Realisasi Investasi Didominasi FDI Tembus Rp 900,2 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan, sepanjang tahun 2024, Indonesia berhasil mencatatkan realisasi investasi Rp 1.714,2 triliun atau mencetak rekor tertinggi baru. Realisasi investasi didominasi oleh foreign direct investment (FDI) atau penanaman modal asing (PMA), menembus Rp 900,2 triliun.
Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, capaian realisasi investasi Rp 1.714,2 triliun tersebut melebihi target yang dicanangkan oleh pemerintah. "Capaian tersebut mencapai 103,9% dari target yang sebelumnya dipatok oleh Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebesar Rp 1.650 triliun. Sedangkan dari target rencana strategis (renstra) pemerintah yang sebesar Rp 1.239,3 triliun, realisasi investasi sepanjang tahun 2024 mencapai 138,3%. Total realisasi investasi whole year 2024 senilai Rp 1.714,2 triliun itu meningkat 20,8% year-on-year, meningkat cukup signifikan, biasanya di kisaran 12-13%," kata Rosan dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Baca Juga
Terbesar Singapura
Dari sisi jenisnya, tutur Rosan, realisasi investasi sepanjang tahun 2024 didominasi oleh FDI atau PMA sebesar Rp 900,2 triliun, atau mencapai 52,5% dari keseluruhan realisasi investasi di Tanah Air. Angka ini meningkat 21,0% secara year-on-year.
Berdasarkan realisasi Januari – Desember 2024, negara/ekonomi asal PMA terbesar adalah Singapura senilai US$ 20,1 miliar (menggunakan kurs APBN 1 US$ = Rp 15.000). Di posisi kedua-kelima adalah Hong Kong (US$ 8,2 miliar), Republik Rakyat Tiongkok (US$ 8,1 miliar), Malaysia (US$ 4,2 miliar), dan Amerika Serikat (US$ 3,7 miliar).
Baca Juga
Dari sisi penanaman modal dalam negeri (PMDN), ujar Rosan, realisasi investasi Indonesia tercatat sebesar Rp 814,0 triliun atau mencapai 47,5%. Angka ini juga meningkat hingga 20,6% secara year-on-year.
Dari penciptaan lapangan pekerjaan, kata Rosan, realisasi investasi sepanjang tahun 2024 berhasil menyerap tenaga kerja 2.456.130 orang. Angka tersebut meningkat hingga 34,7% secara year-on-year.

