Lapangan Kerja AS Naik, Kurs Rupiah Dibuka Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Awali pekan, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dilansir Yahoo Finance, pada Senin (13/1/2025) pagi, kurs rupiah bergerak melemah 80 poin (0,49%) ke level Rp 16.259/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro membeberkan perekonomian AS menambah 256 ribu lapangan kerja pada Desember 2024, yang merupakan jumlah terbanyak dalam sembilan bulan, menyusul revisi ke bawah sebesar 212 ribu pada November 2024. "Sekali lagi, ini mengalahkan prakiraan pasar sebesar 160 ribu," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/1/2025).
Baca Juga
Jangan Tinggalkan Manufaktur, Inilah Strategi Pembangunan Ekonomi Era Proteksionisme
Tingkat Pengangguran AS Turun
Sementara itu tingkat pengangguran di AS turun menjadi 4,1% pada Desember 2024, dari 4,2% pada bulan sebelumnya. Ini di bawah ekspektasi pasar sebesar 4,2%.
Jumlah pengangguran menurun sebesar 235.000 menjadi 6,886 juta, sementara tingkat ketenagakerjaan meningkat sebesar 478.000 menjadi 161,661 juta. Sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja tidak berubah pada 62,5%, dan rasio populasi ketenagakerjaan naik menjadi 60% dari 59,8%.
"Indeks dolar tetap stabil di atas 109. Ini karena investor bersiap untuk laporan penggajian nonpertanian Desember 2024, mencari wawasan tentang kekuatan pasar tenaga kerja," katanya.
Baca Juga
Kemnaker Imbau Masyarakat Selektif Terhadap Informasi Lowongan Pekerjaan
Minggu ini, para pedagang juga akan memantau dengan saksama data inflasi utama, termasuk laporan Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI), untuk mendapatkan wawasan mengenai tren harga dan arah kebijakan Federal Reserve.
"Di Asia, Tiongkok akan merilis serangkaian indikator ekonomi. Ini termasuk angka pertumbuhan PDB kuartal IV, serta data mengenai ekspor, impor, produksi industri, dan penjualan eceran," paparnya.

