Kurs Rupiah Dibuka Melemah, Tertekan Sentimen Ekonomi AS
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank dibuka melemah dalam perdagangan Rabu (11/12/2024), tertekan sentimen ekonomi Amerika Serikat . Dilansir Yahoo Finance, nilai tukar mata uang Garuda terhadap dolar AS bergerak melemah 30 poin (0,19%) ke level Rp 15.889/USD. Kemarin, Yahoo Finance mencatat kurs rupiah ditutup pada posisi Rp 15.859/USD.
"Melemahnya kurs rupiah didorong oleh sentimen dari ekonomi AS. Investor bersiap menghadapi rilis data inflasi AS yang krusial, yang dapat berdampak signifikan pada kebijakan Federal Reserve," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Di sisi lain, pasar kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 bps oleh The Fed bulan Desember sebesar 86%. Ini naik dari 73% seminggu yang lalu.
| Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 10 Desember 2024. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Baca Juga
Indeks Optimisme Usaha Kecil AS Melonjak
Sementara itu, peningkatan biaya tenaga kerja per unit di sektor bisnis nonpertanian AS direvisi turun 1,1% poin persentase menjadi kenaikan 0,8% pada kuartal III-2024, dari 1,9% estimasi awal dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 1,5%. Biaya tenaga kerja per unit meningkat 2,2% selama empat kuartal terakhir.
Sedangkan indeks Optimisme Usaha Kecil NFIB di AS melonjak ke 101,7 pada November 2024, angka tertinggi sejak Juni 2021. Ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan 93,7 pada Oktober 2024 dan mengalahkan perkiraan sebesar 94,2.
"Itu juga merupakan pertama kalinya dalam 34 bulan, angka tersebut berada di atas rata-rata 50 tahun sebesar 98. Ini sebagai respons terhadap pemilihan presiden AS," katanya.
Baca Juga
Beda Arah dengan Wall Street, Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Dibuka Menguat

