DEN: Perpanjangan Parkir DHE Jadi 1 Tahun sudah Tepat
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menilai tepat keputusan memperpanjang durasi parkir dana hasil ekspor atau DHE menjadi setahun. Sebab, kebijakan ini akan bermanfaat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Sekarang cadangan devisa tercatat yang tertinggi sampai US$ 155 miliar. Kenaikan tersebut tentu terdorong kebijakan DHE dan berimbas ke rupiah. Kebiajakan itu membuat nilai tukar rupiah tergolong stabil di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) beberapa waktu ini,” kata Luhut, di kantor DEN, Jakarta, Rabu (9/1/2025).
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Insentif Bagi Eksportir yang Simpan DHE 1 Tahun
Anggota DEN Septian Hario Seto menjelaskan sebanyak 40% DHE eksportir sudah diparkir di dalam negeri. Sedangkan guna memberikan manfaat, pemerintah memberikan insentif kepada para eksportir tersebut.
“Jadi saya kira kebijakan tersebut sudah sangat baik. Bukan berarti dipaksa secara keseluruhan, tapi diminta tetap bertahan, sehingga pemerintah memberikan insentif,” kata Seto.
Seto mengatakan, pemerintah akan melihat sektor apa saja yang diharuskan untuk menempatkan DHE di dalam negeri. “Kelapa sawit, tambang, gitu ya. Memang ya itu kan berasal dari bumi Indonesia,” ucap dia.
Meski demikian, Seto menyadari, pemerintah akan membuat aturan yang baik dari sisi eksportir. Karena, pemerintah juga tak ingin merugikan dan mengganggu operasional perusahaan. “Karena dari sisi perbankan pun juga hal ini sebenarnya bisa dibantu,” kata dia.
Baca Juga
Pemerintah Sebut Sektor Pertambangan Sumbang DHE SDA Sekitar 59%-75%
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sedang mempersiapkan insentif bagi eksportir yang menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE). “Ya kita sedang persiapkan dengan BI dan perbankan,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Airlangga belum dapat mengelaborasi bagaimana skema insentif yang akan diberikan. Dia hanya menyebut insentif yang bakal menarik. Kebijakan tersebut masih dimatangka dengan berbagai pihak yang terkait. “Dengan perbankan dan fasilitas, kita bersaing dengan Singapura,” ucap dia.

