Dolar AS Pecundangi Rupiah usai Libur Natal
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah dalam penutupan perdagangan hari Jumat (27/12/2024) tepat usai masa libur Hari Raya Natal 2024. Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis mata uang rupiah bergerak melemah 43 poin ke level Rp 16.251/USD.
Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank seperti dilansir Yahoo Finance juga bergerak melemah imbas dipecundangi oleh dolar Amerika Serikat (AS). Yahoo Finance mencatat kurs rupiah bergerak melemah 46 poin (0.28%) ke level Rp 16.230/USD yang sebelumnya tercatat berada pada posisi Rp 16.184/USD.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, dolar AS tetap kuat didorong oleh sikap agresif Federal Reserve terhadap suku bunga hingga tahun 2025 dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi serta kinerja ekonomi yang kuat di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang.
Baca Juga
Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Andry Asmoro mengutarakan Departemen Tenaga Kerja merilis bahwa aplikasi AS untuk tunjangan pengangguran tetap stabil minggu lalu, meskipun klaim berkelanjutan naik ke level tertinggi dalam tiga tahun. Imbal hasil obligasi turun di pasar obligasi.
"Pedagang mengamati apakah pengecer mengalami musim liburan yang kuat," kata Andry dalam keterangan tertulis, Jumat (27/12/2024).
Sehari setelah Natal secara tradisional termasuk di antara 10 hari belanja terbesar dalam setahun, karena konsumen berbelanja daring atau bergegas ke toko untuk menebus kartu hadiah dan berburu barang murah.
"Ini juga akan berfungsi sebagai tolok ukur untuk menilai daya beli dan kinerja ritel AS, yang memberikan panduan untuk arah suku bunga Dana Fed di masa mendatang," tutupnya

