Sepekan Asing Jual Neto Rp 1,09 Triliun di Pasar Keuangan, Apa Sebab?
JAKARTA, investortrust.id – Bank Indonesia menjelaskan sejumlah perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah pada pekan ini, baik dari dalam negeri maupun global. BI menyebut non-resident masih mencatatkan jual neto sebesar Rp 1,09 triliun di pasar keuangan Indonesia, meski lebih kecil dari nilai jual neto di pekan sebelumnya.
“Kami sampaikan perkembangan nilai tukar 14-18 Oktober 2024. Pada akhir hari Kamis, 17 Oktober 2024, rupiah ditutup pada level (bid) Rp 15.490 per dolar AS, dan yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke 6,65%. DXY (indeks dolar Amerika Serikat) menguat ke level 103,83, dan yield UST (US Treasury) Note tenor 10 tahun turun ke level 4,091%,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan di Jakarta, 18 Oktober 2024.
Baca Juga
DXY ini menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang utama lainnya, yakni euro (EUR), yen Jepang (JPY), pound sterling Inggris (GBP), dolar Kanada (CAD), krona Swedia (SEK), dan franc Swiss (CHF). UST merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat dengan tenor 1-10 tahun.
“Pada pagi hari Jumat, 18 Oktober 2024, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 15.515 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,69%," ujarnya.
Berdasarkan kurs Jisdor BI, rupiah tercatat bergerak ke Rp 15.466 per dolar AS pada penutupan perdagangan valas Jumat sore. Nilai tukar mata uang Garuda menguat 50 poin atau 0,32% terhadap greenback dibanding kemarin.
Aliran Modal Asing
Ramdan Denny juga menyampaikan premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 18 Oktober 2024 sebesar 66,78 bps. Ini turun dibandingkan 11 Oktober 2024 sebesar 68,03 bps.
“Kami sampaikan aliran modal asing pada Minggu III Oktober 2024. Berdasarkan data transaksi 14-17 Oktober 2024, non-resident tercatat jual neto sebesar Rp 1,09 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp 0,93 triliun di pasar saham, beli neto sebesar Rp 3,30 triliun di pasar SBN, dan jual neto sebesar Rp 5,31 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” ujarnya.
Sebelumnya, BI menjelaskan aliran modal asing periode sama pada minggu II Oktober 2024 juga mencatatkan jual neto. Berdasarkan data transaksi 7-10 Oktober 2024, non-resident tercatat jual neto sebesar Rp 2,84 triliun, yang terdiri dari jual neto Rp 4,47 triliun di pasar saham, beli neto sebesar Rp 4,37 triliun di pasar SBN, dan jual neto sebesar Rp 2,73 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.
Baca Juga
Pada semester-II 2024, rincinya, non-resident tercatat beli neto sebesar Rp 42,78 triliun di pasar saham. Selain itu, beli neto Rp 81,23 triliun di pasar SBN dan Rp 63,53 triliun di SRBI.
Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen hingga 17 Oktober 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 43,12 triliun di pasar saham. Selain itu, beli neto Rp 47,28 triliun di pasar SBN dan Rp 193,88 triliun di SRBI.
“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Selain itu, mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

