Asing Jual Neto Rp 0,82 Triliun Sepekan di Pasar Keuangan
JAKARTA, investortrust.id – Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, BI menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah minggu ini. Asing tercatat jual neto sebesar Rp 0,82 triliun sepekan, berdasarkan data transaksi hingga 30 Januari 2025.
“Kami sampaikan perkembangan nilai tukar 27 - 31 Januari 2025. Pada akhir hari Kamis, 30 Januari 2025, rupiah ditutup pada level (bid) Rp 16.255 per dolar AS dan yield SBN (Surat Berharga Negara) RI 10 tahun turun ke 6,96%. Sedangkan DXY (indeks dolar Amerika Serikat) menguat ke level 107,80 dan imbal hasil UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke 4,516%,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan di Jakarta, 31 Januari 2025.
| Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 31 Januari 2025. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Baca Juga
Indeks dolar AS menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang utama lainnya, yakni euro (EUR), yen Jepang (JPY), pound sterling Inggris (GBP), dolar Kanada (CAD), krona Swedia (SEK), dan franc Swiss (CHF). US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
"Pada pagi hari Jumat, 31 Januari 2025, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 16.260 per dolar AS. Sedangkan yield SBN 10 tahun stabil di 6,96%," ujar Denny.
Aliran Modal Asing Minggu V
Denny kemudian membeberkan aliran modal asing pada minggu V Januari 2025. "Berdasarkan data transaksi 30 Januari 2025, non-resident tercatat jual neto sebesar Rp 0,82 triliun, terdiri dari jual neto Rp 0,40 triliun di pasar saham, jual neto Rp 0,43 triliun di pasar SBN, dan beli neto Rp5 miliar di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," paparnya.
Selama tahun 2025, lanjut dia, berdasarkan data setelmen hingga 30 Januari 2025, non-resident tercatat jual neto sebesar Rp 1,72 triliun di pasar saham. Namun, asing mencatatkan beli neto sebesar Rp 2,11 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 12,93 triliun di SRBI.
Baca Juga
"Sedangkan premi CDS Indonesia 5 tahun per 30 Januari 2025 sebesar 74,74 bps. Ini naik dibanding pada 24 Januari 2025 sebesar 72,93 bps," sebutnya.
CDS adalah sejenis perlindungan atau proteksi atas credit event (resiko kredit).
"Untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Selain itu, mengoptimalkan strategi bauran kebijakan," imbuhnya.

