Harga Emas Tak Lelah Merambat Naik, Lalu?
Oleh Hasan Zein Mahmud,
Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (kini BEI) 1991-1996
INVESTORTRUST.ID - Sahabat investor, harga emas seperti tidak pernah lelah merambat naik. Harga logam mulia ini mencatatkan rekor nyaris tidak terhitung selama tiga tahun belakangan.
Pada perdagangan emas spot pagi ini, harga dibuka di level US$ 2.694,74 per ons troy (to). Bahkan, untuk kontrak Desember 2024 melejit ke atas US$ 2.700, tepatnya pagi ini dibuka pada US$ 2.709,90 per to.
Faktor yang memengaruhi banyak. Ada tensi geopolitik yang memanas, terutama di Timur Tengah.
Tren tingkat suku bunga pun mengarah turun. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) telah menurunkan suku bunga acuannya 50 bps bulan lalu, ke level 4,75-5,00% (sehari sebelumnya Bank Indonesia telah mengantisipasi dengan penurunan BI rate 25 bps ke 6%, Red).
Konversi Devisa ke Emas
Faktor lain, negara-negara, praktis di seluruh dunia, mengonversi devisanya dari USD menjadi emas. Hal ini Terlihat dari perlombaan bank sentral berbagai negara dalam memburu emas.
Gerakan untuk kembali mengaitkan penerbitan mata uang dengan cadangan emas dibikin gegap gempita. Apalagi, menjelang pertemuan BRICS ++ (organisasi antarpemerintah Brasil, Rusia, India, Cina, South Africa, dan kini ditambah Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab) beberapa hari ke depan.
Baca Juga
Calon Menteri Kabinet Prabowo Dapat Pembekalan, Asing Berbalik Net Buy Saham Rp 1,22 Triliun
Emas virtual -- maksud penulis: saham saham perusahaan terkait dengan emas - yang lebih likuid, lebih mudah dibagi, dan lebih mudah dikelola, mencatat raihan cuan yang luar biasa. Ini juga bisa kita lihat pada pergerakan beberapa harga saham emiten terkait.
Bahkan, harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sejak awal tahun telah naik 98%. Periode yang sama, harga saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 277%.
Harga saham PT Hartadinata Abadi Tbk(HRTA) juga sudah terangkat 41%. Harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) sudah meningkat 18%.
Beberapa saham (emiten emas) lain memang masih mencatatkan penurunan, bila dibandingkan harga awal tahun. Sebut misalnya saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) ARCI. Namun, saham-saham itu sudah mulai berpacu naik sejak enam bulan lalu.
Baca Juga
Lalu, perlu ikut berburukah? Menonton saja? Atau lebih asyik berjudi? ***

