Pertumbuhan Penggunaan Robot Industri di Vietnam dan Thailand Tumbuh Pesat, Bagaimana Indonesia?
JAKARTA, investortrust.id - Penggunaan teknologi mempengaruhi pasar tenaga kerja di kawasan Asia Tenggara. Bank Dunia dalam laporan mengenai Pekerjaan dan Teknologi pada Oktober 2024 menyebut terdapat beberapa sektor industri yang mulai memanfaatkan robot dalam produksinya.
“Adopsi robot yang cepat, khususnya dalam industri manufaktur bernilai tambah tinggi seperti komputer dan elektronik, dan otomotif,” tulis laporan Bank Dunia, diakses Kamis (10/10/2024).
Bank Dunia mencatat penggunaan robot di dua industri tersebut meningkatkan lapangan kerja sebesar 10% dan pendapatan pekerja sebesar 5% di Vietnam. Kondisi ini membuat pekerja berketerampilan menengah dan tinggi diuntungkan.
Baca Juga
Simak, Bank Dunia Soroti Dampak Konflik Timur Tengah bagi Perekonomian Indonesia
“Tetapi pekerja berketerampilan rendah, terutama yang terlibat tugas rutin, mengalami penurunan lapangan kerja dan cenderung terserap ke sektor informal,” tulis laporan itu.
Meski menggeser peran pekerja berketerampilan rendah, penggunaan robot dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan 2 juta pekerjaan.
Dalam hal industri, adopsi robot di Asia Timur dan Pasifik telah terkonsentrasi dan meningkat di beberapa sektor bernilai tambah tinggi, seperti komputer & elektronik, otomotif, dan peralatan listrik. Pada tahun 2022, stok impor robot di bidang komputer & elektronik mewakili pangsa adopsi utama di Malaysia sebesar 60,3% Vietnam sebesar 31,5% dan China sebesar 25,1%.
Sementara itu, di sektor otomotif, penggunaan robot di Thailand sebesar 53,6%, Indonesia sebesar 44,8% dan China sebesar 32%. Penggunaan robot di sektor industri peralatan listrik di Vietnam mencapai 35,2%.
Baca Juga
“Selain sektor bernilai tambah tinggi, adopsi robot di industri manufaktur ringan tertentu seperti karet & plastik juga berkontribusi signifikan di Filipina, Indonesia, dan Thailand masing-masing 72,5%, 38% dan 24,6%,” tulis laporan itu.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengatakan Thailand, Malaysia, China, dan Vietnam menjadi empat negara yang memiliki pertumbuhan signifikan dalam mengadopsi robot untuk kebutuhan industri.
“Meskipun tingkat penetrasinya masih relatif rendah dibandingkan dengan, katakanlah, negara-negara berpenghasilan tinggi,” kata Mattoo.
Bagaimana dengan Indonesia. Berdasarkan analisisnya, Mattoo melihat Indonesia dan Filipina masih relatif kurang dalam penggunaan robot di sektor industri. “Negara-negara seperti Indonesia dan Filipina relatif kurang tersentuh oleh kedatangan robot,” ujar dia.

