GOTO Kian Dekat Profit, ODS Melambat tapi GTF Tumbuh Pesat, Bagaimana Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan arah profitabilitas semakin jelas, meski harus menghadapi tekanan dari segmen On-Demand Services (ODS) melalui Gojek dipicu perlambatan pertumbuhan pendapatan. Sedangkan ekspansi GoTo Financial (GTF) dan efisiensi biaya diharapkan menjadi sumber pertumbuhan utama perseroan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset kemarin menyebutkan bahwa pada kuartal II-2025, nilai transaksi bruto (GTV) Gojek hanya tumbuh 8,8% secara tahunan (yoy). Angka ini menujukkan pelambatan dari rata-rata 17% yoy dalam empat kuartal sebelumnya. Tekanan persaingan di sektor mobilitas dengan promo agresif dari kompetitor menjadi faktor utama perlambatan. Ke depan, intensitas kompetisi diperkirakan terus berlanjut.
Baca Juga
Ekosistem Digital GoTo Ikut Menstimulasi Misi Pertumbuhan Ekonomi 8%
Sebaliknya, GTF mencatat kenaikan signifikan. Pinjaman yang disalurkan bertumbuh 88% yoy menjadi Rp 6,5 triliun, dengan target Rp 8 triliun pada 2025 atau tumbuh 55% yoy. “Momentum ini semakin kuat berkat penetrasi produk baru seperti “GoPay Pinjam” yang terintegrasi dengan TikTok Shop,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta dalam riset tersebut.
Dari sisi profitabilitas, GOTO membukukan adjusted EBITDA Rp 820 miliar pada semester I-2025. Capaian ini setara 55% dari target tahunan Rp 1,4–1,6 triliun. Margin EBITDA juga terus meningkat mencapai 0,28% terhadap GTV pada kuartal II-2025. Efisiensi biaya menjadi katalis terhadap penguatan tersebut yang ditunjukkan penurunan beban kas 7,8% yoy berkat pengurangan biaya gaji dan insentif.
Selain itu, migrasi cloud yang rampung Juni 2025 diperkirakan memangkas biaya hosting hingga 50%. Hal ini diharapkan mendukung profitabilitas pada paruh kedua tahun ini.
Meski revisi dilakukan dengan memangkas proyeksi pertumbuhan ODS menjadi +7% yoy dan pinjaman menjadi Rp 8 triliun pada 2025, BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa jalur profitabilitas GOTO kian kuat. Penyempitan kerugian Tokopedia juga memperkuat prospek laba bersih positif lebih cepat dari perkiraan awal.
Baca Juga
Trump Media dan Crypto.com Bangun Perusahaan Treasury Kripto Melalui Kesepakatan SPAC
Dengan mempertimbangkan revisi proyeksi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target harga saham GOTO dari Rp 110 menjadi Rp 100 per dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut setara dengan 5,9 kali PS tahun 2025. Rekomendasi Buy ini juga mencerminkan optimisme terhadap momentum profitabilitas dan potensi kenaikan harga saham dari level saat ini (4,8x).
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan pendapatan GOTO menjadi Rp 17,69 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 15,89 triliun. Rugi bersih diperkirakan turun drastic menjadi Rp 426 miliar, dibandingkan tahun 2024 Rp 5,15 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih tahun depan diperkirakan masing-masing Rp 19,86 triliun dan Rp Rp 635 miliar.

