Penggunaan Robot di Sektor Industri Gantikan 1,5 Juta Pekerja Berketerampilan Rendah di Asean, Termasuk Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengungkap dampak penggunaan robot di sektor industri di kawasan Asia Tenggara. Menurut dia, robot dapat menggantikan tugas yang dikerjakan manusia dengan biaya yang lebih rendah.
“Dan jika itu meningkatkan produktivitas, maka akan meningkatkan skala produksi dengan harga yang lebih rendah dan menarik lebih banyak konsumen,” kata Mattoo, pada acara East Asia and Pacific Economic Update, yang digelar daring, Kamis (10/10/2024).
Mattoo menjelaskan, meski penggunaan robot menggantikan pekerjaan manusia, namun dengan skala produksi yang meningkat akan terjadi penambahan pekerjaan. Dia menyontohkan penggunaan robot di sektor otomotif Thailand.
Baca Juga
Menperin: Hilirisasi Bisa Kurangi Pengaruh Fluktuasi Harga CPO ke Ekonomi Domestik
“Thailand mampu membuat 10 kali lebih banyak mobil dengan menggunakan robot, jumlah lapangan kerja juga akan meningkat,” ujar dia.
Penggunaan robot, kata Mattoo, mendorong penciptaan lapangan kerja yang menarik pekerja dengan keterampilan tinggi. Dia memperkirakan sebanyak 2 juta pekerjaan muncul dalam 4-5 tahun terakhir karena penggunaan robot.
Tetapi, berita buruknya, pada saat yang sama Mattoo menemukan fakta bahwa robot menggantikan 1,5 juta pekerja berketerampilan rendah di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Para pekerja yang rendah skill ini akan berpindah dari sektor formal ke informal.
“Robot menggantikan orang-orang yang melakukan pekerjaan rutin mekanis,” kata dia.
Baca Juga
Mattoo mengatakan kemajuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat mendorong pergantian pekerjaan di beberapa sektor. Tetapi, dia masih membutuhkan bukti pekerjaan apa saja yang akan terdampak dari kemajuan AI ini.
“Ini masih sangat awal, tapi perlu diperhatikan,” kata dia.
Dalam paparannya, Mattoo mengindikasikan pekerjaan yang akan terdampak pengembangan AI adalah pekerjaan yang bersifat rutinitas dan mekanis. Pekerjaan yang bersifat rutin dan mekanis akan tergantikan terlebih dahulu oleh robot.
“Mula-mula datang robot industri, yang melakukan tugas manual dan rutin. Pada saat yang sama datang komputer dan ATM, yang mulai melakukan tugas kognitif tetapi rutin,” ujar dia.

