Menteri Teten Wariskan Program Ini ke Penerusnya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), di bawah kepemimpinan Menteri Teten Masduki, memastikan akan mewariskan sejumlah program strategis untuk diteruskan oleh menteri dalam pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dalam upaya meningkatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), setidaknya ada 3 program strategis yang akan diwariskan.
Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Mikro Kemenkop UKM Yulius. "Ketiga program itu adalah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), skema innovative credit scoring (ICS), hingga perizinan usaha melalui nomor induk berusaha (NIB). Jadi, (program) ini tetap akan kita lakukan pada pemerintahan ke depan," kata dia dalam konferensi pers di kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Baca Juga
Perizinan NIB
Selain ketiga program prioritas di atas, Kemenkop UKM juga memastikan sejumlah langkah seperti mengooneksikan antara pelaku UMKM dengan pengusaha-pengusaha besar tetap akan dilakukan. Sertifikasi produk UMKM untuk mendorong masuk ke pasar global jiga akan tetap dilanjutkan di era Prabowo-Gibran.
"Sertifikasi produk tetap akan kita dorong untuk meningkatkan produktivitas produk daya siang UMKM," sambung dia.
Ia juga menyampaikan update perizinan usaha melalui NIB sebanyak 10 juta UMKM berdasarkan data nasional. Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Kemenkop UKM dapat menggenjot hingga 4% dari 64 juta UMKM atau setara 2,5 juta UMKM mendapatkan NIB setiap tahunnya.
"Dari 10 juta UMKM yang memiliki NIB, 98% nya adalah usaha mikro. Sementara 2% sisanya adalah usaha kecil," tandas dia.
Sebelumnya, Kemenkop UKM juga telah memastikan skema credit scoring dalam penyaluran KUR akan dieksekusi mulai tahun depan, atau di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut Yulius, pemerintah tengah menyempurnakan skema credit scoring, sebelum akhirnya dieksekusi di bawah pemerintahan Prabowo.
Baca Juga
Kemenkop UKM Pastikan Skema Credit Scoring Dieksekusi Pemerintahan Prabowo
Dia mengungkap, skema ini tengah diuji coba melalui tiga perbankan besar, di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dia menambahkan, sebanyak 72.000 nasabah menjadi pilot project dalam uji coba skema credit scoring.
"Kita belum bisa (eksekusi) masih uji coba. Target berlaku tahun depan," tutur dia.
:

