BI Ungkap Penyebab Kurs Rupiah Merosot Dekati Rp 15.500/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank terus merosot terhadap greenback, imbas menguatnya indeks dolar Amerika Serikat AS. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah pada Jumat (4/10/2024) ditutup melemah 101 poin atau 0,65% ke Rp 15.495/USD, semakin mendekati level psikologis Rp 15.500/USD.
Kemudian pada perdagangan spot valas, kurs rupiah juga nampak tersungkur. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah hingga pukul 15.30 WIB bergerak melemah 66 poin (0,43%) ke level Rp 15.480/USD.
Baca Juga
IHSG Ditutup Anjlok hingga di Bawah 7.500, tapi Lima Saham Ini Perkasa
Menanggapi pergerakan mata uang Garuda yang cenderung terus melemah terhadap dolar AS, Bank Indonesia (BI) buka suara dan mengungkap penyebab atau sentimen yang memengaruhi pasar. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Edi Susianto mengatakan, tidak hanya rupiah, pergerakan mata uang regional di Asia umumnya melemah terhadap dolar AS sepanjang hari ini.
Edi menjelaskan, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi sentimen kuat yang berpengaruh terhadap terangkatnya indeks dolar AS. Tak hanya itu, rilis data fundamental AS yang menguat semakin menekan pergerakan mata uang Asia, termasuk rupiah, terhadap dolar AS.
"Hal itu mendorong menurunnya ekspektasi pasar soal agresivitas penurunan Fed Funds Rate," kata Edi.
Baca Juga
Pasar Khawatir Eskalasi di Timur Tengah, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 5%
Di sisi lain, ada ekspektasi pasar terhadap European Central Bank (ECB) yang diperkirakan akan melakukan kebijakan memangkas suku bunga acuan. Ekspektasi ini berbeda dari sebelumnya, di mana ECB diperkirakan akan menahan suku bunga acuan.
"BI akan terus mengawal kondisi perkembangan tersebut. Kami akan melakukan intervensi pasar untuk memastikan keseimbangan supply demand di pasar tetap terjaga, dan supply valas dari korporasi masih cukup support di market," tutur Edi.

