IHSG Ditutup Anjlok hingga di Bawah 7.500, tapi Lima Saham Ini Perkasa
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/10/2024), ditutup terkoreksi sebanyak 47,74 poin (0,63%) hingga turun di bawah level 7.500, tepatnya 7.496,09. IHSG bergerak dalam rentang 7.467-7.549 dengan nilai transaksi Rp 9,72 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 2,34%, sektor property 1,36%, sektor keuangan 0,73%, sektor consumer primer 0,78%, sektor transportasi 0,73%, dan sektor industru 0,49%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,50% dan sektor infrastruktur 0,11%.
Baca Juga
Gelontorkan Investasi Rp 4 Triliun di KIT Batang, KCC Glas Siap Ekspor ke Eropa
Saat IHSG terjungkal, beberapa saham ini justru cetak penguatan pesat, yaitu saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) naik 27,27% menjadi Rp 70, PT Mineral Sumerdaya Mandiri Tbk (AKSI) menguat 25% menjadi Rp 600, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) naik 15,63% menjadi Rp 296, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 12,12% menjadi Rp 1.665, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 11% menjadi Rp 464.
Sedangkan pelemahan dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Link Net Tbk (LINK), PT Tira Austenite Tbk (TIRA), PT Trimuda Nuansa Citra TbK (TNCA), PT Estee Gold Fleet Tbk (EURO), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Baca Juga
OJK dan BEI Buka Peluang Transaksi Efek dan Kontrak Derivatif Luar Negeri
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 19,43 poin (0,26%) menjadi 7.543,83. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,10 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 730,91 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 164,83 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 115,10 miliar.
Penurunan indeks kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 0,71%, sektor material dasar 0,69%, sektor teknologi 1,11%, sektor kesehatan 0,69%, dan sektor transportasi 0,14%. Sebaliknya saham sektor consumer primer, property, keuangan, dan infrastruktur menguat.
Grafik IHSG

