Kurs Rupiah Perkasa Makin Dekati 16.000/USD, Analis Ungkap Ini
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah semakin perkasa terhadap dolar Amerika Serikat dalam penutupan perdagangan Rabu (7/8/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah ditutup menguat 83 poin ke level Rp 16.100/USD, dibanding sebelumnya di posisi Rp 16.183/USD.
Sementara, dari perdagangan spot valas yang dilansir Yahoo Finance, rupiah tercatat melesat terhadap dolar AS dan semakin mendekati level psikologis Rp 16.000/USD. Kurs mata uang Garuda bergerak menguat 129 poin ke level Rp 16.030/USD, dibanding sebelumnya di posisi Rp 16.159/USD.
| Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 7 Agustus 2024. Infografis: Diolah Riset Investortrust. |
Ekonom Senior PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman menilai, menguatnya kurs rupiah pada perdagangan Rabu (7/8/2024) ini sejalan dengan rilis data cadangan devisa Indonesia yang tercatat meningkat menjadi US$ 5,23 miliar pada Juli 2024.
Peningkatan cadangan devisa didorong oleh arus modal masuk ke pasar saham dan obligasi, penerbitan sukuk global, serta arus masuk ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). "Peningkatan cadangan devisa Indonesia yang signifikan mendorong optimisme para investor terkait stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga permintaan rupiah meningkat," kata Faisal kepada Investortrust.id, Rabu (7/8/2024).
Sentimen Ancaman Resesi AS Mereda
Faisal mengatakan lebih lanjut, sentimen ancaman resesi AS sudah mulai mereda. Ia mengatakan, hari ini, rupiah menjadi mata uang 'terkuat' di kawasan Asia, dengan ditutup menguat 0,81% ke level Rp 16.035/USD.
"Soal sentimen ancaman resesi di AS sudah mulai mereda. Di sisi Iain, pasar telah menurunkan ekspektasi pemotongan Fed Funds Rate tahun ini dari 125 bps ke 100 bps," paparnya.
Baca Juga

