Anggaran Rumah Subsidi Terpakai 97,4%, Menkeu Pertimbangkan Permintaan Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah menetapkan anggaran untuk menyalurkan pembiayaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pada APBN 2024, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 13,72 triliun dan sudah terpakai sebesar 97,4% hingga 30 Juli.
“Seperti saya sampaikan APBN itu sudah tiap tahun mengeluarkan dana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Tahun ini alokasinya Rp 13,72 triliun, tujuannya untuk mendanai 166.000 rumah untuk MBR,” kata Sri Mulyani saat paparan APBN Juli 2024, Selasa (13/8/2024).
Sri Mulyani mengatakan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ditargetkan 1 juta rumah untuk masyarakat. Melalui pendanaan tersebut, kata dia, sampai 30 Juli sudah 109.719 unit rumah.
Baca Juga
“Nilainya Rp 13,37 triliun dari alokasi yang ada di APBN Rp 13,72 triliun,” ujar dia.
Dengan realisasi tersebut, alokasi anggaran FLPP telah digunakan 97,4%. Melihat kondisi ini, Bendahara Negara menyebut pemerintah akan mempertimbangkan untuk membuat kebijakan terkait kebutuhan hunian ini.
“Kita akan terus menimbang bagaimana untuk merespons kalau memang demand akan meningkat dan ini tentu akan menyumbang kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang baik,” ucap dia.
Baca Juga
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, selain mendapat keringanan dalam bentuk bunga yang lebih murah untuk kredit perumahan MBR, masyarakat yang membeli rumah juga mendapatkan subsidi bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta per unitnya.
“Jadi ini memang memberikan dukungan yang sangat kuat bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah terutama untuk memiliki rumah dengan lebih mudah. Harga rumahnya pun sudah kita revisi kemarin di awal tahun. Paling rendah adalah Rp 166 juta harga rumahnya,” kata Febrio.
Selain itu, kata Febrio, penentuan harga rumah juga tergantung lokasi. Ini karena biaya produksi dari rumah di beberapa region itu tidak sama.
“Nah, di sisi lain artinya ini program yang terus jalan FLPP, KPR-MBR ini terus jalan yang memberikan dukungan banyak sekali bagi masyarakat. Setiap tahun itu rata-rata sekitar 200-an ribu unit rumah untuk MBR,” ujar dia.

