Surat Berharga Nonsaham Melonjak 270%, Uang Beredar Tumbuh 7,3% ke Rp 8.974 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Agustus 2024 tetap tumbuh. Posisi M2 pada Agustus 2024 tercatat sekitar Rp 8.973,7 triliun atau tumbuh sebesar 7,3% year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,6% (yoy).
"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,0% (yoy). Selain itu, uang kuasi sebesar 5,6% (yoy)," kata Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, Senin (23/9/2024).
Berdasarkan data BI, surat berharga selain saham juga melambung 270,4% yoy pada Agustus 2024, menjadi Rp 103,2 triliun. Ini juga lebih tinggi dari Juli lalu Rp 89,6 triliun.
Baca Juga
Harga Emas Antam Masih Betah Parkir di Rp 1.455.000 per Gram
Penyaluran Kredit Tumbuh 10,9%
Erwin menjelaskan lebih lanjut, perkembangan M2 pada Agustus 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. penyaluran kredit pada Agustus 2024 tumbuh sebesar 10,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 11,7% (yoy).
Tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh sebesar 12,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2024 sebesar 15,9% (yoy). Sementara itu, aktiva luar negeri bersih terkontraksi sebesar 1,1% (yoy), setelah terkontraksi sebesar 0,1% (yoy) pada Juli 2024.
Baca Juga

