Cadangan Devisa Indonesia Naik 3,71% ke US$ 145,4 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juli 2024 tercatat sebesar US$ 145,4 miliar. Angka ini meningkat 3,71% dibandingkan posisi pada akhir Juni 2024 sebesar US$ 140,2 miliar.
"Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah. Selain itu. penerimaan pajak dan jasa," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Baca Juga
Asing Net Sell Saham Rp 0,11 Triliun Selasa, Lelang SUN Rp 23 T dan SRBI Rp 22 T
Transaksi Modal Diperkirakan Tetap Surplus
Erwin menjelaskan, posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2024 setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai sehingga dapat terus mendukung ketahanan sektor eksternal," papar Erwin.
Baca Juga
Erwin menegaskan, prospek ekspor tetap positif serta neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus. Ini sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, yang mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal.
"BI juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tandasnya.

