Sempat Pesimistis, Menkeu Purbaya Kini Optimistis Lihat Data Ekonomi Kuartal II-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengakui bahwa dirinya sempat merasa pesimistis dengan perekonomian domestik menjelang memasuki periode kuartal II-2026. Namun, pandangan tersebut seketika berubah setelah mendapatkan sejumlah data indikator perekonomian domestik terbaru yang menunjukkan tren pemulihan sangat kuat.
Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 yang digelar di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Purbaya menyatakan bahwa rangkaian data tersebut cukup mengejutkan sekaligus memberikan angin segar bagi prospek pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
"Data ini mengagetkan saya juga, tadinya saya agak pesimis tentang triwulan II-2026. Tapi, setelah melihat data seperti ini, bagus artinya daya belinya masih terjaga," kata Purbaya, Selasa, (19/5/2026). Pembalikan arah sentimen dari pesimistis menjadi optimistis ini didasarkan pada performa nyata sektor riil yang kembali menggeliat secara signifikan setelah sempat mengalami tekanan pada bulan-bulan sebelumnya.
Salah satu motor utama yang memicu optimisme Bendahara Negara adalah lonjakan drastis pada sektor otomotif nasional yang menunjukkan pembalikan arah.
Pada Maret 2026, tingkat penjualan mobil di dalam negeri sempat terkontraksi cukup dalam hingga mencapai minus 13,8% secara tahunan, sementara penjualan sepeda motor juga tertekan di angka minus 17,1% secara tahunan. Berikutnya Purbaya memaparkan bahwa pada April 2026, penjualan mobil tumbuh sebesar 55% secara tahunan dan penjualan sepeda motor melonjak hingga 28,1% secara tahunan.
Baca Juga
Defisit APBN 2026 Turun Drastis dari 0,93% Jadi 0,64%, Purbaya Full Senyum!
“Tapi di April penjualan mobil tumbuhnya berapa? 55% (secara tahunan) dan penjualan motor 28,1% (secara tahunan),” ujar dia.
Dengan kondisi ini, Purbaya menyimpulkan masih terjaganya daya beli masyarakat. Dia bahkan menyebut bahwa daya beli masyarakat bakal agresif pada Juni 2026 karena pemberian insentif kendaraan motor dan mobil listrik.
Tak hanya itu, Purbaya juga mengklaim konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi dan industri tumbuh tinggi. Pada Maret 2026, konsumsi BBM tumbuh 13%.
“Total penjualan listrik juga naik (19% secara tahunan), artinya industri jalan lagi,” ujar dia.
Purbaya juga mengeklaim terjadi kenaikan konsumsi semen domestik. Pada April 2026, pertumbuhan konsumsi semen menyentuh 35,6% secara tahunan.
“Biasanya konsumsi semen berhubungan dengan pembangunan di PDB, ditarik ke investasi, artinya investasi akan tumbuh cepat juga,” kata dia.

