Kesenjangan Pengetahuan antara Dokter dengan Pasien Picu Timbulnya Overtreatment Kesehatan
SURABAYA, investortrust.id - Praktisi Medis dan Motivator Hidup Sehat Handrawan Nadesul mengungkapkan, munculnya praktik pelayanan berlebih (overtreatment) yang dilakukan oknum di layanan kesehatan, salah satunya disebabkan oleh kesenjangan pengetahuan atau competency gap antara dokter dan pasien.
“Inti dari mengapa masyarakat kita dicurangi, karena satu, adanya competency gap. Artinya, pengetahuan dokter dengan pengetahuan pasien jauh sekali,” ujarnya, dalam Investortrust Power Talk bertema ‘Fraud di Layanan Kesehatan, Bagaimana dengan Perlindungan Konsumen/Pasien?’, yang digelar di Vasa Hotel, Surabaya, Rabu (14/8/2024).
Menurutnya, seorang dokter bisa saja disebut “nakal” karena dia punya otoritas yang nyaris tak terhingga. Dengan sadar atau tidak, misalkan dengan pemberian antibiotik secara berlebih, padahal seharusnya tidak diperlukan. Competency gap ini yang akhirnya dimanfaatkan oleh oknum dokter untuk meraup kepentingan pribadi.
“Jadi apapun yang disampaikan atau diminta oleh dokter, pasien ikut saja,” kata Handrawan.
Baca Juga
Masalah Klasik, Overtreatment dan Fraud di Layanan Kesehatan Justru Rugikan Pasien
Ia mencontohkan juga, seringkali bagi beberapa perempuan yang menjelang masa persalinan disarankan untuk melakukan sectio caesarea (operasi caesar), padahal kondisinya tidak memenuhi syarat mendesak untuk melakukan hal tersebut.
“Kalau sectio (caesar) itu diindikasikan dengan tujuh hal misalnya, kalau bayinya melintang, bayinya sudah meninggal, plasenta letak rendah, placenta previa, kalau ibunya juga matanya miyopinya lebih dari tujuh, kalau ada lilitan dari pusar, kalau bayi sudah meninggal,” ucapnya.
Kalau di luar itu, lanjut Hendrawan, artinya tidak ada indikasi yang mengharuskan, tetapi pasien sudah dalam posisi tidak berdaya. “Jadi walaupun tidak ada indikasi medis, ketika dokter katakan anda sectio ya, pasien akan ikut karena tidak punya bahan untuk diskusi,” katanya.
Baca Juga
Anak Kecil Berpotensi Besar Terkena Overtreatment Kesehatan, Orang Tua Dituntut Pro Aktif
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mempertanyakan hal tersebut, maupun hal lainnya yang berkaitan dengan tindakan untuk kesehatannya masing-masing agar tidak terkena praktik overtreatment dari dokter yang 'nakal'.
“Termasuk semua hak pasien termasuk resep yang ditulis juga harus, ini obatnya untuk apa, apakah harus dihabiskan semuanya atau tidak,” ujar Handrawan.

