Anak Kecil Berpotensi Besar Terkena Overtreatment Kesehatan, Orang Tua Dituntut Pro Aktif
SURABAYA, investortrust.id - Pendiri Yayasan Orang Tua Peduli dan Praktisi Medis Purnamawati Sujud mengungkapkan, anak-anak merupakan pasien yang paling banyak terkena praktik overtreatment atau pelayanan berlebih yang dilakukan oleh oknum “nakal” dari fasilitas layanan kesehatan. Oleh karena itu, peran orang tua sangat vital dalam menjaga agar tak terkena praktik nakal tersebut.
“Karena yang namanya orang tua biar anak (sembuh) kan ingin memberikan yang terbaik. Dan yang terbaik itu sering diterjemahkan untuk langsung bawa ke spesialis atau langsung ke rumah sakit (RS),” ujarnya, dalam Investortrust Power Talk bertema ‘Fraud di Layanan Kesehatan, Bagaimana dengan Perlindungan Konsumen/Pasien?’, yang digelar di Vasa Hotel, Surabaya, Rabu (14/8/2024).
Namun sayangnya, lanjut Purnamawati, tidak melulu upaya yang dilakukan orang tua tersebut adalah jalan yang tepat. Karena untuk beberapa penyakit ringan, misalnya batuk dan pilek, tidak jarang akan mendapatkan obat yang begitu banyak padahal tidak semuanya diperlukan (overtreatment).
Baca Juga
Pengamat Kebijakan Publik Soroti 'Overtreatment' di Pelayanan Kesehatan Indonesia
Pada akhirnya, hal itu akan berdampak tidak baik bagi kesehatan, khususnya ginjal dan tentunya dari sisi finansial. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka pengetahuan setiap orang tua terkait penanganan kesehatan yang tepat untuk sang anak sangat diperlukan.
“(Karena) yang bisa menyebabkan overtreatment dari sisi pasien adalah pemahaman (orang tua yang kurang),” katanya.
Baca Juga
Transformasi Digital Kesehatan, Dorong Pemerataan Layanan dan Cegah Potensi 'Overtreatment'
Dikatakan dia, peningkatan pengetahuan bisa dilakukan mulai dari browsing melalui internet, hingga saat berkonsultasi secara langsung dokter. Ketika berkonsultasi, pasien juga perlu untuk banyak bertanya, agar tidak menerima mentah-mentah apa yang dikatakan dokter.
“Jadi apa dulu penyakitnya, jangan tinggalkan dokter sebelum dapat diagnosis atau dugaan diagnosis. Oke kita dapat obat, supaya tidak overtreatment,” ucap Purnamawati.

