Perundingan “Sangat Mendalam” di Islamabad Diwarnai Perubahan Sikap yang Sangat Tajam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington saat ini tengah menjalani negosiasi yang “sangat mendalam” dengan Iran, di tengah berlangsungnya pembicaraan damai yang krusial di Islamabad, Pakistan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam perkembangan terbaru konflik yang dilaporkan Al Jazeera hari Minggu ( 10/04 2026). Pernyataan itu muncul saat delegasi kedua negara mulai terlibat dalam dialog langsung tingkat tinggi pertama sejak hubungan diplomatik terputus pasca Revolusi Islam 1979.
Meski Trump menggambarkan pembicaraan berlangsung intens, dinamika di lapangan menunjukkan situasi yang masih jauh dari stabil. Laporan Sky News yang dipublikasikan pada 12 April 2026 menyebutkan bahwa suasana negosiasi diwarnai “mood swings” atau perubahan sikap yang tajam dari kedua pihak.
Sumber Pakistan yang dikutip Sky News menyatakan bahwa temperatur perundingan kerap berubah, mencerminkan perbedaan posisi yang masih tajam. Bahkan, Trump sendiri dikutip mengatakan bahwa tercapai atau tidaknya kesepakatan “tidak membuat perbedaan” baginya—sebuah pernyataan yang memperlihatkan tingkat ketidakpastian tinggi dalam proses diplomasi ini.
Salah satu isu paling krusial dalam perundingan adalah Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Sky News melaporkan bahwa kawasan ini menjadi titik “perbedaan serius” antara Washington dan Teheran.
Selain itu, muncul pula laporan yang saling bertentangan terkait aktivitas militer AS di kawasan tersebut, termasuk apakah kapal perang Amerika benar-benar telah memasuki perairan Hormuz. Ketidakjelasan ini semakin menambah ketegangan di tengah upaya meredakan konflik.
Perundingan damai yang berlangsung di Pakistan menjadi harapan utama untuk mengakhiri konflik yang telah mengguncang stabilitas global, terutama pasar energi. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa jalan menuju kesepakatan masih panjang dan penuh hambatan.
Baca Juga
Selat Hormuz Menjadi Topik Alot dalam Perundingan di Islamabad
Sejumlah analis menilai bahwa meskipun dialog telah mencapai tahap yang lebih dalam, perbedaan mendasar terkait sanksi, program nuklir, dan keamanan kawasan masih belum terjembatani.
Laporan BBC News pada 11 April 2026 juga menegaskan bahwa peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih kecil, mengingat gencatan senjata yang menjadi dasar perundingan telah diwarnai pelanggaran sejak awal.
Pernyataan Trump tentang negosiasi yang “sangat mendalam” memberikan sinyal bahwa kedua pihak setidaknya masih berkomitmen pada jalur diplomasi. Namun, dinamika perundingan yang fluktuatif dan ketegangan di lapangan menunjukkan bahwa risiko eskalasi tetap tinggi.
Selama isu-isu strategis seperti Selat Hormuz, sanksi ekonomi, dan program nuklir belum menemukan titik temu, maka perundingan ini akan terus berada dalam bayang-bayang kegagalan.
Baca Juga

