Saham Industri Pertahanan Eropa Anjlok Seiring Perubahan Arah Perundingan Damai Ukraina
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Saham perusahaan pertahanan Eropa melemah seiring adanya kemajuan dalam perundingan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan akhir pekan lalu bahwa Ukraina siap meninggalkan ambisi lamanya untuk bergabung dengan aliansi militer NATO sebagai imbalan atas jaminan keamanan alternatif guna melindungi negara itu dari Rusia. Bergabung dengan NATO memang dinilai kecil kemungkinannya karena penolakan sejumlah anggota, namun pernyataan ini menandai perubahan kebijakan besar dari Kyiv.
Baca Juga
Perundingan Damai Ukraina–Rusia Alami Kemajuan, Ini Hambatan yang Masih Mengganjal
Dikutip dari CNBC, saham Rheinmetall, produsen senjata terbesar Jerman, ditutup turun 2,6% pada perdagangan Senin (15/12/2025).
Perusahaan yang memproduksi sistem pertahanan udara, senjata antitank, kendaraan lapis baja, dan amunisi itu memimpin pelemahan sektor, sementara perusahaan Jerman lainnya seperti Hensoldt dan Renk juga bergerak ke zona negatif.
Hensoldt, spesialis teknologi militer dan pengawasan, turun 1,8% saat penutupan, sementara produsen tank Renk melemah 0,9%. Produsen jet tempur asal Swedia, Saab, turun 0,2%.
Tawaran Zelenskyy untuk meninggalkan ambisi NATO disampaikan dalam perundingan dengan pejabat AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang berlanjut pekan ini. Kyiv kini mengupayakan jaminan keamanan terpisah dari Barat, yang dinilai krusial untuk gencatan senjata jangka panjang.
Zelenskyy mengatakan dalam diskusi WhatsApp dengan wartawan pada Minggu bahwa jaminan keamanan tersebut akan “memberikan peluang untuk mencegah terulangnya agresi Rusia.”
Baca Juga
Rencana Damai Perang Ukraina Dekati Kesepakatan, Jaminan Keamanan Masih Diperdebatkan
Rusia tetap teguh menentang keanggotaan Ukraina di NATO.
Perundingan panjang untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun—dan memasuki hari kedua di Berlin pada Senin—kembali menyorot industri pertahanan Eropa di tengah perubahan arah kebijakan geopolitik kawasan.

