Wall Street Ditutup Bervariasi: Dow Sentuh Rekor Tertinggi, S&P dan Nasdaq Tertekan Saham Teknologi
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup bervariasi pada Senin waktu AS atau Selasa (27/8/2024) WIB. Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor tertinggi, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq melemah.
Baca Juga
Wall Street Terbang Setelah Pernyataan Powell, Dow Jones Melesat Lebih dari 450 Poin
Investor mencoba untuk mengembalikan posisi dari aksi jual tajam yang terjadi pada awal bulan ini.
Indeks 30 saham ditutup naik 65,44 poin atau 0,16% pada 41.240,52. Sebelumnya pada sesi ini, harga naik lebih dari 200 poin, atau 0,6%, untuk mencetak rekor intraday baru, kemudian turun.
S&P 500 tergelincir 0,32% menjadi 5.616,84, sedangkan Nasdaq Composite merosot 0,85% mengakhiri hari di 17.725,76.
Trader tampaknya beralih dari teknologi ke area pasar lainnya. Sektor energi S&P 500 naik lebih dari 1%, sementara sektor teknologi turun 1%. Nvidia ditutup turun 2,3% menjelang laporan pendapatannya yang akan dirilis pada Rabu sore, sebuah peristiwa yang dianggap penting oleh para trader sebagai kunci pasar dan antusiasme AI yang mendorong pasar bullish ini. Saham chip lainnya seperti Broadcom dan Micron juga melemah.
“Saya pikir ada sedikit kekhawatiran di sektor teknologi mengenai pendapatan Nvidia yang akan datang,” kata analis Baird, Ross Mayfield, kepada CNBC. Menurut dia, pasar berada dalam kondisi yang cukup sehat. Namun sangat sulit untuk membuat kemajuan besar lebih tinggi jika teknologi masih lamban.
Pasar memulai bulan Agustus di bawah tekanan, karena kekhawatiran terhadap kemungkinan resesi, dan melemahnya perdagangan hedge fund terkait dengan yen Jepang, yang menarik saham-saham dari level rekornya. S&P 500 kehilangan 3% pada 5 Agustus, kerugian satu hari terbesar sejak 2022. Dow juga mengalami aksi jual terburuk dalam dua tahun pada hari itu, anjlok lebih dari 1.000 poin.
Namun, ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan membaiknya data ekonomi AS telah membuat saham-saham melonjak. S&P 500 telah melonjak 8% sejak 5 Agustus dan berjarak kurang dari 1% dari rekor tertingginya pada pertengahan Juli, sementara Dow telah melonjak lebih dari 6%. Rebound telah meluas, dengan saham-saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 juga meningkat menyusul komentar Powell.
Saham-saham melewati minggu yang kuat seetelah komentar Ketua Fed Jerome Powell yang meletakkan dasar bagi penurunan suku bunga.
Baca Juga
Isyarat Penurunan Suku Bunga Makin Kuat, Powell : Sudah Saatnya Lakukan ‘Adjustment’
Saat ini, Wall Street masih cemas menunggu penurunan suku bunga, terutama mengingat beberapa data ekonomi yang mengkhawatirkan yang memicu aksi jual pada awal Agustus dan kekhawatiran investor bahwa kenaikan biaya pinjaman dapat merusak perekonomian AS.
Powell tidak menunjukkan kapan, atau seberapa besar, suku bunga berpotensi diturunkan. Namun, para trader tetap sepakat dalam memperkirakan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed di bulan September, berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group.
“Kami pikir mereka akan melakukan 25 basis poin pada bulan September, November dan Desember, karena mereka ingin pasar tahu bahwa mereka tidak ketinggalan, namun pada saat yang sama, mereka ingin memastikan bahwa mereka tidak akan terlalu cepat menuju pemotongan,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research.
Baca Juga
Sinyal Positif The Fed Angkat Pasar Saham AS, Tiga Indeks Utama Wall Street Melesat

