Last Minute, Kongres Loloskan Rancangan Belanja untuk Cegah 'Shutdown' Pemerintahan AS
WASHINGTON, Investortrust.id - Senat meloloskan rancangan undang-undang belanja pada menit-menit terakhir, Sabtu malam waktu setempat atau Minggu (1/10/2023).
Baca Juga
Wall Street Rontok Dibayangi Sentimen “Shutdown”, Dow dan SP 500 Anjlok
Keputusan ini mencegah penutupan pemerintah yang dapat membawa malapetaka pada masyarakat dan perekonomian Amerika.
Senat, seperti dikutip CNBC internsional, memutuskan untuk mengesahkan resolusi lanjutan tersebut 3 jam sebelum penutupan pemerintah federal pada pukul 12:01 pagi akan berlaku. Keputusan tersebut akan diserahkan ke meja Presiden Joe Biden untuk ditandatangani.
RUU tersebut, jika ditandatangani menjadi undang-undang oleh Biden, memungkinkan pemerintah untuk tetap bekerja selama 45 hari, sehingga memberi DPR dan Senat lebih banyak waktu untuk menyelesaikan undang-undang pendanaan mereka.
RUU jangka pendek setebal 71 halaman, yang dibuat oleh Ketua DPR Kevin McCarthy, Partai Republik California, mengalokasikan dana bantuan bencana, namun tidak termasuk bantuan keuangan baru untuk perang yang sedang berlangsung antara Ukraina dan Rusia.
Sejak dimulainya perang besar-besaran yang dilancarkan Rusia di Ukraina, AS telah mengirimkan bantuan keamanan senilai lebih dari $43 miliar untuk Kyiv.
Sebelumnya pada hari Sabtu, DPR memberikan suara 335 berbanding 91 untuk meloloskan kebijakan belanja sementara. DPR akan melanjutkan pekerjaannya pada hari Senin.
Baca Juga

