Saham Berjangka AS Anjlok, Investor Waspadai Eskalasi Konflik Iran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Kontrak berjangka saham AS melemah pada Minggu (29/3/2026) malam. Investor memasuki pekan perdagangan yang dipersingkat karena ada libur.
Baca Juga
Futures yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 253 poin, atau 0,6%. Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,5%.
Ketiga indeks utama tersebut anjlok pada Jumat. Dow Jones Industrial Average merosot 793,47 poin ke 45.166,64. S&P 500 turun 1,67% ke level terendah tujuh bulan di 6.368,85, mencatat penurunan mingguan kelima berturut-turut. Nasdaq Composite turun 2,15% menjadi 20.948,36.
Penurunan Dow membawanya masuk ke wilayah koreksi, menyusul Nasdaq yang telah lebih dulu masuk ke fase koreksi sehari sebelumnya. Seiring perang di Iran memasuki minggu kelima, investor yang sebelumnya berharap konflik cepat berakhir kini semakin gelisah terhadap dampak nyata dari perang tersebut.
Melihat besarnya penurunan dan betapa berkorelasinya semua saham itu, Cameron Dawson, kepala investasi di NewEdge Wealth, melihat ada peluang bagi investor. “Jadi ini adalah peluang bagus untuk mulai lebih selektif melihat area mana yang lebih kebal terhadap gangguan dan sedang 'diskon'. Bukan hanya karena kekhawatiran AI, tetapi juga karena ketakutan perang,” bebernya dalam program di CNBC.
Baca Juga
Iran Siaga Invasi Darat, AS Tambah Pasukan, Houthi Terdepan dalam Konflik Multi-Front
Pasar akan tutup pada Jumat dalam rangka memperingati Good Friday, meskipun laporan ketenagakerjaan bulan Maret tetap dijadwalkan rilis pagi hari itu. Investor juga akan mencermati laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) serta survei ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis lebih awal dalam pekan ini.
Dari sisi kinerja perusahaan, Nike, McCormick & Company, dan Conagra Brands dijadwalkan merilis laporan keuangan dalam beberapa hari ke depan.

