Dow Futures Anjlok Lebih 400 Poin Dipicu Eskalasi Baru Konflik AS-Iran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar keuangan global kembali berada di bawah tekanan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam selama akhir pekan. Eskalasi terbaru yang dipicu oleh penyitaan kapal Iran oleh militer AS langsung memicu aksi jual di pasar berjangka Wall Street.
Baca Juga
AS Sita Kapal Iran di Teluk Oman, Ketegangan Memuncak Jelang Perundingan Islamabad
Dikutip dari CNBC, Senin (20/4/2026), kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average tercatat anjlok 425 poin atau sekitar 0,9%. Sementara itu, futures S&P 500 dan Nasdaq-100 juga mengalami penurunan tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Penurunan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah tersebut memperburuk hubungan kedua negara, terutama setelah Iran menolak untuk menghadiri putaran lanjutan perundingan damai di Pakistan.
“Kapal itu berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal. Saat ini kapal sepenuhnya berada dalam kendali kami,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Harga Minyak Melonjak
Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, pasar energi langsung bereaksi. Harga minyak mentah melonjak signifikan di awal perdagangan. Kontrak West Texas Intermediate naik sekitar 7% ke level US$90,33 per barel, sementara Brent Crude juga melonjak 7% ke US$96,88 per barel.
Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan, terutama setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali dibatasi. Jalur ini merupakan salah satu titik vital distribusi minyak dunia.
Sebelumnya, Iran sempat menyatakan pembukaan kembali selat tersebut pasca gencatan senjata, namun lalu lintas kapal kembali terganggu setelah Teheran menilai AS tidak memenuhi komitmennya.
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
Ketegangan juga meningkat menjelang berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran yang dijadwalkan habis dalam pekan ini. Trump menegaskan bahwa blokade terhadap jalur pelayaran akan tetap diberlakukan hingga Iran menyetujui tuntutan Washington.
Tidak hanya itu, Trump juga mengeluarkan ancaman keras: “Kami akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran jika mereka tidak menyetujui kesepakatan.” Pernyataan ini semakin memperburuk sentimen pasar dan meningkatkan ketidakpastian global.
Tekanan saat ini terjadi setelah Wall Street mencatat kinerja sangat kuat pada pekan sebelumnya. Indeks S&P 500 naik 4,5%, sementara Nasdaq Composite melonjak 7,2% dan mencatat reli 13 hari berturut-turut—terpanjang sejak 1992.
Baca Juga
Kenaikan tersebut didorong oleh optimisme atas gencatan senjata di Timur Tengah serta laporan kinerja keuangan perusahaan yang solid. Namun, eskalasi terbaru kini membalikkan sentimen pasar secara drastis.
Investor juga menanti laporan keuangan dari sejumlah raksasa korporasi pekan ini, termasuk Tesla, Boeing, dan Intel, yang berpotensi menambah volatilitas pasar.

