Pengawalan Kapal Tanker di Selat Hormuz Tunggu ‘Kesiapan’ Militer AS
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Hingga kini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum bisa merealisasikan janjinya untuk mengamankan Selat Hormuz. Pemilik kapal tanker masih takut melewati selat strategis itu, sehingga membuat pasokan minyak global terganggu dan harga minyak melonjak.
Baca Juga
Lonjakan Harga Minyak Seret Wall Street ke Level Terendah 2026, Dow Ambles Lebih 700 Poin
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz segera setelah “secara militer memungkinkan.”
“Itu selalu ada dalam perencanaan kami, bahwa ada kemungkinan Angkatan Laut AS atau mungkin koalisi internasional akan mengawal kapal tanker minyak,” kata Bessent dalam wawancara dengan Sky News, Kamis (12/3/2026).
“Saya percaya bahwa begitu secara militer memungkinkan, Angkatan Laut AS dan mungkin bersama koalisi internasional akan mulai mengawal kapal-kapal tersebut,” ujarnya.
Komentar Bessent muncul ketika Selat Hormuz secara efektif ditutup bagi pelayaran karena perang melawan Iran oleh Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari. Selat tersebut merupakan titik penyempitan paling sensitif di dunia bagi kapal tanker minyak, dan penutupannya telah menyebabkan harga minyak mentah melonjak.
Selama lebih dari seminggu, pemerintahan Trump telah mengisyaratkan bahwa kapal Angkatan Laut AS akan mengawal tanker minyak melalui selat tersebut, meskipun hal itu belum terjadi.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan CNBC Kamis, Menteri Energi Chris Wright mengatakan bahwa Angkatan Laut belum siap untuk mengawal tanker minyak melalui selat tersebut.
“Itu akan terjadi relatif segera, tetapi tidak bisa terjadi sekarang,” kata Wright. “Kami memang belum siap. Semua aset militer kami saat ini difokuskan pada penghancuran kemampuan ofensif Iran dan industri manufaktur yang memasok kemampuan ofensif mereka.”
Baca Juga
Trump Ingin Angkatan Laut AS Kawal Tanker di Teluk Persia, Seberapa Efektif?
Presiden Donald Trump pada Rabu mengatakan ia percaya para CEO perusahaan minyak besar seharusnya tetap mengirim tanker melalui selat sempit tersebut. Pada hari yang sama, pemerintah AS juga mengatakan bahwa perusahaan asuransi Chubb akan bertindak sebagai penjamin utama untuk program yang dipimpin pemerintah federal guna memberikan asuransi bagi kapal yang melintasi selat itu.
Bessent pada Kamis mengatakan pemerintah AS telah melakukan “analisis skenario selama berbulan-bulan, selama berminggu-minggu menjelang perang ini,” terkait dampaknya terhadap pengiriman minyak.
Bessent menambahkan, AS memiliki kendali penuh atas langit. "Mereka tidak memiliki angkatan udara, angkatan laut (Iran) sudah tenggelam secara harfiah maupun kiasan,” katanya.
Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, sebelumnya mengatakan Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai “alat untuk menekan musuh.”

