Harga Minyak Bergejolak, Militer AS Siap Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak terus bergejolak di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah. Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan menyediakan asuransi bagi kapal tanker di Teluk Persia guna memastikan lalu lintas maritim tetap berjalan melalui Selat Hormuz. Hal ini membuat lonjakan harga minyak mentah pada Selasa (3/3/2026) sedikit tertahan.
Baca Juga
Iran Tutup Selat Hormuz di Tengah Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah, Harga Minyak Meroket
Dilansir CNBC, harga minyak mentah AS naik 4,68% atau US$3,33 menjadi US$74,56 per barel, sementara patokan global Brent menguat 4,71% atau US$3,66 menjadi US$81,40. Harga sempat melonjak lebih dari 9% sebelumnya karena kekhawatiran perang yang meluas di Timur Tengah akan menyebabkan gangguan pasokan minyak dan gas yang berkepanjangan.
Namun harga berbalik melemah signifikan pada akhir perdagangan sore setelah Trump berupaya meyakinkan pemilik kapal bahwa mereka dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Setelah pengumuman tersebut, minyak mentah AS masih naik lebih dari 2% sementara Brent naik 3%.
Trump menyatakan U.S. Development Finance Corporation akan “memberikan, dengan harga yang sangat wajar, asuransi risiko politik dan jaminan” untuk keamanan finansial seluruh perdagangan maritim melalui Teluk.
“Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin,” ujar presiden dalam unggahan media sosial.
Baca Juga
AS Pantau Selat Hormuz Pasca Penahanan Tanker asal Arab Saudi oleh Iran
Lalu lintas kapal tanker melalui Selat tersebut praktis terhenti karena pemilik kapal mengambil langkah pencegahan atas kekhawatiran menjadi target serangan balasan Iran.
Selat Hormuz merupakan titik penyempitan paling penting bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar 20% konsumsi minyak mentah global diekspor melalui jalur ini, terutama ke pelanggan di China, India, Jepang, dan Korea Selatan.
Ahli strategi komoditas Wall Street memperingatkan harga minyak dapat melonjak di atas US$100 per barel jika Selat ditutup dalam periode berkepanjangan.
Trump sebelumnya mengatakan perang dengan Iran dapat menyebabkan “harga minyak sedikit lebih tinggi untuk sementara waktu,” namun memprediksi harga akan turun setelah konflik berakhir.
.

