Redam Krisis Energi Akibat Perang Iran, AS Lepas 172 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Amerika Serikat (AS) akan melepas 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve untuk membantu menurunkan biaya energi selama perang Iran. Hal itu diungkapkan Menteri Energi AS Chris Wright pada Rabu malam (11/3/2026) waktu setempat.
Baca Juga
Kapal Tanker Hadapi Ancaman di Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak Lebih 4%
Amerika Serikat akan mulai melepas minyak tersebut pekan depan, tetapi dibutuhkan sekitar 120 hari untuk menyalurkan seluruhnya, kata Wright. Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia akan menggunakan cadangan tersebut untuk menahan kenaikan harga energi.
“Kami akan melakukan itu, lalu kami akan mengisinya kembali. Saya pernah mengisinya sekali, dan saya akan mengisinya lagi, tetapi sekarang kami akan menguranginya sedikit, dan itu akan menurunkan harga,” kata Trump dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Cincinnati WKRC.
Harga bensin di Amerika Serikat telah naik menjadi sekitar US$3,58 per galon rata-rata karena perang Iran memicu gangguan besar pada pasokan minyak global, menurut kelompok pengendara AAA. Harga ritel saat ini hampir 22% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama bulan lalu ketika harga bensin sekitar US$2,94.
Dilansir CNBC, Amerika Serikat saat ini memiliki 415 juta barel minyak dalam cadangan tersebut, sekitar 58% dari kapasitas resmi sebesar 714 juta barel. Trump sebelumnya dengan keras mengkritik mantan Presiden Joe Biden karena menggunakan cadangan tersebut.
Baca Juga
Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Geopolitik Bayangi Bursa AS, Dow Anjlok Hampir 300 Poin
Wright mengatakan pemerintahan Trump akan mengganti minyak yang dilepas dengan 200 juta barel dalam waktu satu tahun tanpa biaya bagi pembayar pajak.
Keputusan Trump muncul setelah International Energy Agency pada Rabu sepakat melepas 400 juta barel minyak untuk mengatasi gangguan pasokan. Langkah tersebut merupakan pelepasan terbesar dalam lebih dari 50 tahun sejarah IEA.
Pelepasan oleh Amerika Serikat, kata Wright, merupakan bagian dari upaya IEA yang lebih luas. Amerika Serikat adalah anggota IEA bersama lebih dari 30 ekonomi lainnya di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut.

