Trump: Operasi Militer AS di Iran “Belum Selesai”, IEA Lepas 400 Juta Barel Minyak untuk Tenangkan Pasar
Poin Penting
|
WASHINGTON, Investortrust.id — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan Trump ketika berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Kami belum selesai,” kata Trump ketika ditanya mengenai perkembangan perang dengan Iran. Ia mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah mengalami kerusakan besar. Menurutnya, Iran “telah kehilangan angkatan udaranya” dan “para pemimpinnya sudah tiada.”
Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat masih memiliki kapasitas untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Teheran. “Kami bisa melakukan tindakan yang jauh lebih keras,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul ketika ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia mulai mengguncang pasar energi global. Untuk meredakan kekhawatiran pasar, 32 negara anggota International Energy Agency (IEA) sepakat melakukan pelepasan cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarah organisasi tersebut.
Baca Juga
IEA, yang beranggotakan negara-negara maju termasuk Amerika Serikat dan Inggris, akan melepaskan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan darurat. Volume tersebut setara dengan sekitar empat hari konsumsi minyak global, dan diharapkan dapat menstabilkan harga energi yang berpotensi melonjak akibat konflik di kawasan.
Di sisi lain, situasi keamanan di jalur perdagangan energi utama dunia juga semakin memanas. Tiga kapal komersial dilaporkan mengalami kerusakan akibat proyektil tak dikenal di Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Selat Hormuz merupakan salah satu chokepoint energi paling strategis di dunia. Sekitar 20% perdagangan minyak dunia yang diangkut melalui laut melewati jalur ini, sehingga setiap gangguan terhadap keamanan pelayaran dapat langsung mempengaruhi pasar energi global.
Ketegangan juga meningkat di kawasan Teluk setelah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sedang merespons ancaman serangan rudal dan drone dari Iran. Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah dua drone jatuh di dekat Bandara Dubai, yang mengakibatkan sedikitnya empat orang mengalami luka-luka.
Baca Juga
Di tengah eskalasi konflik, dampak geopolitik juga mulai merambah sektor lain, termasuk olahraga. Menteri Olahraga Iran menyatakan bahwa tim nasional sepak bola Iran tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026.
Namun sejumlah analis menilai keputusan tersebut belum final. Seorang jurnalis dari BBC Persian menyebut bahwa masih terlalu dini untuk memastikan Iran benar-benar absen dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kini menjadi perhatian utama pasar global. Selain berpotensi mengganggu pasokan energi dunia, konflik ini juga menimbulkan ketidakpastian baru bagi stabilitas ekonomi global di tengah kondisi geopolitik yang semakin kompleks.
Baca Juga

