Menteri Energi AS Hapus Postingan di X yang Sebut AL AS Kawal Tanker Minyak di Selat Hormuz
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Energi AS Chris Wright menghapus pernyataan yang dipostingan di akun X-nya (sebelumnya bernama twitter), yang menyebut bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat telah mengawal sebuah kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz yang kini tengah diblokir oleh pasukan Iran.
Sebagaimana diberitakan, di tengah meningkatnya konflik di wilayah Teluk, Menteri Energi AS Chris Wright mengeklaim bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal sebuah kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz untuk memastikan pasokan energi global tetap mengalir, namun kemudian menghapus pernyataan tersebut.
Dalam sebuah unggahan yang kini telah dihapus di X pada hari Selasa (10/3/2026), Menteri Energi AS menyatakan operasi itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
"Presiden Trump menjaga stabilitas energi global selama operasi militer terhadap Iran," tulis Wright. "Angkatan Laut AS berhasil mengawal sebuah kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz untuk memastikan minyak tetap mengalir ke pasar global," demikian popstingannya di X seperti dikutip Indiatoday, Selasa (10/3/2026.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia, dengan sekitar 20 persen minyak global dan sebagian besar pengiriman LNG melewati perairan sempit ini. Pengiriman melalui selat telah terganggu sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari.
Gedung Putih Membantah Klaim
Dalam kesempatan berbeda Gedung Putih memang membantah klaim tersebut. Berbicara kepada wartawan, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa AS tidak mengawal kapal tanker atau kapal apa pun melalui Selat Hormuz.
Baca Juga
AS Siap Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz, Perang Iran Memasuki Hari Keempat
Seorang pejabat AS kemudian mengatakan kepada Reuters bahwa militer AS sejauh ini belum mengawal kapal apa pun melalui selat, bertentangan dengan klaim awal menteri energi tersebut.
Bantahan juga disampaikan oleh Iran. Menanggapi klaim Chris Wright tersebut, juru bicara Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa tidak ada kapal tanker minyak yang diawal oleh pasukan AS melalui selat.
"Setiap pergerakan armada AS dan sekutunya akan dihentikan oleh rudal dan drone kami," kata Alimohammad Naini dalam pernyataan yang dilaporkan media pemerintah Iran.
"Klaim bahwa kapal tanker minyak yang diawal oleh tentara teroris AS melewati Selat Hormuz adalah kebohongan total," tambah Naini. Iran berulang kali memperingatkan bahwa mereka dapat menarget kapal-kapal yang melewati jalur strategis ini jika konflik semakin meningkat.
Sementara itu Presiden AS Donald Trump menyampaikan ancamannya untuk mengambil tindakan lebih keras terkait jalur strategis tersebut.
"Mereka telah menembakkan semua yang bisa mereka tembak, dan mereka sebaiknya tidak mencoba hal-hal licik, atau itu akan menjadi akhir dari negara itu. Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, itu akan menjadi akhir Iran, dan Anda tidak akan pernah mendengar namanya lagi," kata Trump saat konflik memasuki pekan kedua.
"Selat Hormuz sekarang terbuka," klaim Trump yang salah, sambil menambahkan bahwa ia "sedang mempertimbangkan untuk mengambil alihnya". Presiden AS sebelumnya memperingatkan bahwa Iran akan terkena "20 kali lebih keras" jika mengganggu pengiriman minyak melalui selat.

