Sentimen Geopolitik Timur Tengah Seret Bursa Eropa ke Zona Merah
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Pasar saham Eropa melemah pada Kamis (5/3/2026). Pelaku pasar terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat meski Perang Iran Berlanjut, Stoxx 600 Melonjak 1,4%
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 berakhir turun 1,4%, menghapus keuntungan yang sempat tercatat sebelumnya pada sesi perdagangan. Bursa utama di kawasan dan sebagian besar sektor — kecuali media — ditutup di wilayah negatif.
Indeks IBEX 35 Spanyol berakhir turun 1,4% setelah Madrid memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump karena menolak mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. Trump mengancam akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada Rabu menyebut krisis Timur Tengah sebagai sebuah “bencana.”
Gedung Putih kemudian mengatakan bahwa Spanyol akan bekerja sama secara militer dengan AS dalam konflik Iran, namun Madrid secara tegas menolak klaim tersebut.
Produsen tank Jerman, Renk, mencatat pendapatan sebesar 1,37 miliar euro (sekitar 1,6 miliar dolar AS) pada tahun fiskal 2025, naik 19,8% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan kuat dalam bisnis pertahanannya.
Perusahaan tersebut mencatat pesanan baru sebesar 1,57 miliar euro dan total backlog pesanan sebesar 6,7 miliar euro, meningkat dari sekitar 5 miliar euro pada 2024. Renk memperkirakan pendapatan sebesar 1,5 miliar euro pada 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan. Tapi, sahamnya ditutup turun 11,4%.
Perhatian pasar global tetap terfokus pada perang AS dan Israel melawan Iran, dengan serangan yang meningkat dalam 24 jam terakhir.
Israel pada Rabu meluncurkan gelombang serangan baru ke Teheran, dengan menteri pertahanan negara itu bersumpah akan “menghancurkan” kemampuan rezim Iran. Sementara itu, AS mengatakan telah menghancurkan 17 kapal Iran dan hampir 2.000 target.
Di Iran, para ulama senior yang bertanggung jawab memilih pemimpin tertinggi berikutnya dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei, ke posisi tersebut.
Tujuan akhir AS dan Israel dalam “Operation Epic Fury” masih belum jelas, dan para pakar mengatakan kepada CNBC bahwa kedua negara bisa terjebak dalam perang jika rezim Iran terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan.
Harga minyak terus bergerak lebih tinggi pada Kamis, dengan patokan global Brent crude terakhir terlihat naik 3,7% menjadi 84,44 dolar per barel. Sementara West Texas Intermediate, patokan AS, naik 6% menjadi 79,17 dolar per barel.
Baca Juga
Gejolak Harga Minyak Mereda, tapi Brent Masih Bercokol di Atas US$ 80
“Situasi Timur Tengah berkembang dengan sangat cepat, dan investor kesulitan menentukan apakah akan terjadi krisis energi yang berkepanjangan atau hanya guncangan singkat namun tajam,” beber Dan Coatsworth, kepala pasar di AJ Bell, dalam catatan pada Kamis pagi, seperti dikutip CNBC.
Di Wall Street, indeks S&P 500 terlihat turun. Saham AS diperdagangkan lebih rendah di tengah kenaikan harga minyak.

