Kekhawatiran ‘Bubble’ Saham AI Seret Bursa Eropa ke Zona Merah
Poin Penting
- Kekhawatiran gelembung AI dan perlambatan ekonomi global menekan sentimen investor, membuat Stoxx 600 turun lebih dari 1%.
- Saham teknologi Eropa mengikuti tekanan di Wall Street; SAP turun 3,2% dan Infineon melemah 1,6%.
- Data ekonomi China memburuk, sementara pasar kini hanya memperkirakan 45,6% peluang penurunan suku bunga The Fed pada Desember.
- Allianz dan Richemont mencatat kinerja kuat, tetapi tidak mampu mengangkat pasar secara keseluruhan.
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa turun tajam pada Jumat (14/11/2025). Kekhawatiran seputar potensi gelembung kecerdasan buatan (AI) dan kondisi ekonomi global mengguncang kepercayaan investor.
Dikutip dari CNBC, indeks Stoxx 600 pan-Eropa berakhir turun lebih dari 1%, dengan seluruh bursa utama di kawasan tersebut berakhir di zona merah.
Indeks Stoxx teknologi anjlok 1,4%, mengikuti pelemahan di Wall Street sehari sebelumnya yang menyeret saham-saham Big Tech dalam aksi jual besar-besaran.
Di Eropa, saham Infineon melemah 1,6%, SAP turun 3,2%, dan BE Semiconductor terkoreksi 1,8%, menjadikannya deretan saham teknologi dengan performa terburuk pada Jumat.
SAP mengumumkan akan menawarkan konsesi untuk menyelesaikan penyelidikan antitrust Uni Eropa terkait pengelolaan perangkat lunak ERP andalannya.
Sementara itu, saham produsen obat penurun berat badan asal Denmark, Novo Nordisk, turun 2,4% setelah pemegang saham menyetujui pergantian anggota dewan independen sebagai bagian dari perombakan manajemen.
Investor juga mencermati perkembangan ekonomi global.
Ekonomi China melambat pada Oktober. Data menunjukkan investasi aset tetap—termasuk sektor real estat yang diawasi ketat—turun dalam 10 bulan pertama tahun ini. Penjualan ritel melemah dan pertumbuhan output industri juga melambat.
Komentar pejabat Federal Reserve dalam beberapa pekan terakhir membuat pasar uang meninjau ulang kemungkinan penurunan suku bunga pada Desember. Hingga Jumat pagi, pasar memperkirakan probabilitas 54,4% bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya, turun dari 95% sebulan lalu.
Pasar Obligasi Inggris
Di Eropa, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilts) melonjak pada Jumat setelah laporan bahwa pemerintahan Partai Buruh membatalkan rencana kenaikan pajak pendapatan dalam Anggaran Musim Gugur.
Imbal hasil obligasi 10 tahun naik 13 basis poin menjadi 4,571%.
Kenaikan imbal hasil menandakan aksi jual obligasi.
Pound sterling juga melemah terhadap dolar AS dan euro, masing-masing turun lebih dari 0,28% dan 0,15%.
Sorotan Laba Emiten
Laporan keuangan korporasi tetap menjadi perhatian di Eropa.
Allianz melaporkan kinerja terbaiknya dalam sembilan bulan pertama tahun ini, didukung pertumbuhan keuntungan operasional dua digit pada kuartal ketiga. Laba operasional naik 12,6% menjadi 4,4 miliar euro, terutama didorong oleh divisi Property-Casualty. Perusahaan menargetkan laba operasional minimal 17 miliar euro pada 2024. Saham Allianz naik 1,2%.
Saham Richemont melonjak 5,9% setelah pemilik Cartier tersebut melaporkan pertumbuhan penjualan kuartal kedua fiskal sebesar 14% pada nilai tukar tetap. Penjualan di China, Hong Kong, dan Makau kembali tumbuh, menandakan pemulihan sektor luxury yang sebelumnya terseret oleh lemahnya permintaan konsumen Tiongkok. Perusahaan sejenis seperti LVMH dan Burberry juga mencatat hasil kuat.

