Sentimen Geopolitik Seret Bursa Eropa, Saham Semikonduktor ASMI Anjlok Hampir 5%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa melemah pada Jumat (12/12/2025). Indeks Stoxx 600 pan-Eropa menutup sesi dengan penurunan hampir 0,5%.
Baca Juga
Bursa Eropa Menghijau, Investor Cerna Keputusan The Fed dan Bank Sentral Swiss
Investor global memantau perkembangan terbaru antara Ukraina dan Rusia menyusul peringatan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, bahwa Eropa harus bersiap menghadapi risiko perang. “Rusia telah membawa perang kembali ke Eropa, dan kita harus siap menghadapi skala konflik yang dialami kakek-nenek kita,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul seiring bank sentral Rusia menyebut rencana Eropa menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina sebagai tindakan ilegal. Pemerintah Uni Eropa dilaporkan tengah mencoba mencapai kesepakatan atas proposal tersebut pada Jumat.
Dalam konteks pertahanan, strategi keamanan nasional baru Gedung Putih juga mengejutkan Eropa pekan lalu. Dokumen tersebut memperingatkan ancaman “penghapusan peradaban” dan mempertanyakan apakah Eropa masih dapat menjadi mitra geopolitik bagi Amerika Serikat. Dampaknya masih berlanjut.
David Petraeus, mantan Direktur CIA dan jenderal bintang empat Angkatan Darat AS, mengatakan kepada CNBC bahwa peringatan tersebut sebenarnya menjadi “alarm yang diperlukan” agar negara-negara Eropa lebih memprioritaskan pertahanan. Ia menambahkan bahwa empat presiden AS sebelumnya telah berulang kali meminta Eropa meningkatkan kemampuan pertahanannya — dan kini hal itu mulai terjadi.
Pada pergerakan saham, perusahaan ekuitas swasta Prancis Wendel memimpin penguatan di indeks Eropa dengan lonjakan 5% setelah laporan bahwa perusahaan akan membagikan 1,6 miliar euro kepada investor sebelum 2030. Sebaliknya, Magnum — perusahaan es krim yang baru lepas dari Unilever — turun lebih dari 1% pada hari keempat perdagangannya di Amsterdam.
Saham teknologi semikonduktor Belanda ASMI turun 4,9%, sementara BESI merosot 3,5%, seiring tekanan terhadap saham-saham AI di AS seperti Oracle, Nvidia, dan CoreWeave yang berada di zona merah pada Kamis serta kembali turun pada pra-perdagangan Jumat.
Di ekonomi makro, Inggris mencatat kontraksi tak terduga dalam tiga bulan hingga Oktober, berlawanan dengan ekspektasi stagnasi.
Bank sentral Swiss mempertahankan suku bunga di 0% pada Kamis, menyebut inflasi datang sedikit lebih rendah dari perkiraan. Sementara itu, euro menyentuh level tertinggi terhadap dolar sejak 3 Oktober di $1,1738, mengikuti pelemahan lanjutan mata uang AS.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik pada Jumat menguat, mengikuti reli Wall Street setelah dua indeks utama mencetak rekor baru pascapemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

