Trump Ancam Pemimpin Iran, Harga Minyak Melambung di Atas 3%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak melonjak pada Rabu (4/12/2026) setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman baru terhadap Iran. Trump mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei “harus sangat khawatir.”
Baca Juga
Harga Minyak 'Rebound' Seusai 'Drone' Iran Ditembak Jatuh AS
Dikutip dari CNBC, harga minyak mentah AS naik US$1,93 atau 3,05% dan ditutup di US$65,14 per barel. Patokan global Brent menguat US$2,13 atau 3,16% dan berakhir di US$69,46 per barel.
“Saya akan mengatakan dia harus sangat khawatir. Ya, dia seharusnya begitu,” kata Trump kepada NBC News dalam sebuah wawancara. “Seperti yang Anda ketahui, mereka sedang bernegosiasi dengan kami.”
Presiden sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan yang mengatur program nuklirnya. Ia juga sempat mengancam akan turun tangan mendukung para pengunjuk rasa yang bangkit melawan Republik Islam pada Januari, namun pada akhirnya menarik diri dari aksi militer.
Konflik dengan Iran atau runtuhnya rezim dapat mengganggu pasokan minyak mentah di Timur Tengah. Iran merupakan anggota OPEC dan produsen minyak yang signifikan.
Namun, pembicaraan antara AS dan Iran masih berpotensi meredakan ketegangan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan diskusi dengan AS mengenai program nuklir Republik Islam akan berlangsung pada pukul 10.00 pagi Jumat di Muscat, Oman.
Pembicaraan yang direncanakan tersebut nyaris batal lebih awal pada Rabu setelah Washington dan Teheran tidak dapat menyepakati lokasi dan format pertemuan, menurut Axios. Para pemimpin Timur Tengah berhasil melobi AS agar tidak menarik diri dari pembicaraan, kata dua pejabat AS kepada Axios.
Baca Juga
OPEC+ Pertahankan Produksi Minyak di Tengah Ketegangan AS-Iran
Peringatan Trump muncul setelah militer AS mengatakan pada Selasa bahwa mereka menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal-kapal cepat Iran juga mencoba menaiki sebuah kapal dagang AS di Selat Hormuz, menurut Komando Pusat AS.
Media Iran menyatakan bahwa drone tersebut tengah melakukan pengawasan rutin yang diperbolehkan berdasarkan hukum internasional.

