Data Ketenagakerjaan AS Dorong Penguatan Harga Emas, Ini Target Harganya di 2026
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas naik tipis pada perdagangan Selasa (16/12/2025) setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran pada November. Laporan ketenagakerjaan ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dan menekan nilai dolar AS.
Baca Juga
Emas Dominasi Aset 'Safe Haven' 2025, Rasio Bitcoin terhadap Emas Anjlok 50%
Harga emas spot menguat 0,2% menjadi US$4.310,21 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup turun tipis 0,1% di US$4.332,3 per ons. Pelemahan dolar ke level terendah dua bulan membuat emas lebih menarik bagi pembeli luar negeri.
Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun acuan juga sedikit menurun.
"Data (ketenagakerjaan) memberi The Fed lebih banyak alasan untuk memangkas suku bunga dan jika mereka memangkas suku bunga, itu akan menguntungkan emas. Begitulah cara pasar menafsirkannya saat ini," beber Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior RJO Futures, dikutip dari Reuters.
Meski pertumbuhan lapangan kerja AS kembali positif, tingkat pengangguran tercatat 4,6%, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Ketidakpastian ekonomi yang dipicu kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump turut mendorong permintaan aset lindung nilai.
Baca Juga
Pengangguran AS Melonjak ke Level Tertinggi dalam 4 Tahun, Payroll Naik Tipis
Investor menantikan Indeks Harga Konsumen November, yang akan dirilis pada hari Kamis, dan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi, yang akan dirilis pada hari Jumat.
“Jika emas mengakhiri tahun 2025 di atas $4.400, maka bisa mencapai $4.859-$5.590 pada tahun 2026,” kata Alex Ebkarian, COO di Allegiance Gold, dan menambahkan bahwa perak dapat menguji kembali level $50/oz tahun depan.
Harga perak spot turun 0,3% menjadi $63,75 per ons, mundur dari rekor tertinggi $64,65 pada hari Jumat. Platinum naik 4% menjadi $1.854,95, level tertingginya sejak September 2011, dan paladium naik 2,5% menjadi $1.606,41, mencapai level tertinggi dalam dua bulan. “Logam kelompok platinum mengalami lonjakan karena pasokan semakin ketat dan permintaan meningkat,” kata Ebkarian.

