‘Profit Taking’, Emas Terhempas Jelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas turun 1% pada hari Kamis (06/02/2025). Dolar AS menguat menjelang laporan ketenagakerjaan utama. Investor juga mengambil keuntungan (profit taking) setelah emas mencatat rekor tertinggi berturut-turut dalam lima sesi sebelumnya. Beberapa hari terakhir, emas diserbu akibat meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok.
Baca Juga
Wow, Emas Kembali Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa. Menuju $2.900?
Emas spot turun 0,4% menjadi $2.853,83 per ons setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $2.882,16 pada hari Rabu. Kontrak berjangka emas AS turun 0,5% menjadi $2.877,9.
"Ada kemungkinan kombinasi dari penguatan dolar, aksi ambil untung, dan imbal hasil obligasi yang sedikit naik dari level terendahnya," kata Daniel Pavilonis, analis pasar senior di RJO Futures, mengenai tekanan terhadap emas menjelang laporan ketenagakerjaan AS.
Nonfarm payrolls diperkirakan meningkat sebanyak 170.000 pekerjaan setelah melonjak menjadi 256.000 pada bulan Desember, menurut survei ekonom Reuters. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,1%.
Pasar tenaga kerja yang tetap kuat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memungkinkan Federal Reserve untuk menghentikan pemangkasan suku bunga sambil mengevaluasi dampak inflasi dari kebijakan fiskal, perdagangan, dan imigrasi Presiden Trump.
Baca Juga
Powell Sebut Bank Sentral Tak Terburu-buru Pangkas Suku Bunga Lagi
"Selain volatilitas pasar secara umum, inflasi juga mulai meningkat, sehingga emas merespons sebagai aset safe haven," kata Alex Ebkarian, kepala operasi di Allegiance Gold, seperti dikutip CNBC.
Ia memperkirakan, emas sedang menuju $2.900, dan sentimen pasar tetap sangat kuat meskipun dalam jangka pendek dolar menguat.
Secara teknikal, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) emas berada di atas 70, menunjukkan bahwa logam mulia ini dalam kondisi overbought.
Sementara itu, cadangan emas di Bank of England turun sekitar 2% sejak akhir tahun lalu, menurut Deputi Gubernur Dave Ramsden, yang mengaitkan penurunan ini dengan permintaan tinggi untuk emas yang disimpan di bank guna memanfaatkan perbedaan harga internasional.
Di pasar logam lainnya, perak spot turun 0,4% menjadi $32,18 per ons, dan paladium merosot 1,3% menjadi $976,53. Platinum naik 0,6% menjadi $985,00.

