Wall Street Terus Melaju, S&P dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Dow Melambung di Atas 450 Poin
Poin Penting
- Dow naik 463 poin, S&P 500 dan Nasdaq catat rekor baru.
- Inflasi rendah memicu ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga Fed September.
- AMD, Apple, dan Paramount Skydance pimpin penguatan saham.
- Small-cap menguat 2% diuntungkan dari prospek biaya modal lebih rendah.
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham AS kembali melaju pada Rabu waktu AS atau Kamis (14/8/2025) WIB. Wall Street memperpanjang reli di tengah ekspektasi kuat penurunan suku bunga Federal Reserve September mendatang. Penguatan meluas ke saham teknologi, ritel, hingga small-cap, menandakan sentimen pasar yang kian optimistis.
Baca Juga
Data Inflasi Dongkrak Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor, Dow Terbang Hampir 500 Poin
Indeks S&P 500 bertambah 0,32% ke 6.466,58, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,14% ke 21.713,14. Kedua indeks tersebut menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang masa untuk hari kedua berturut-turut. Dow Jones Industrial Average melesat 463,66 poin atau 1,04% menjadi 44.922,27.
Saham AMD melonjak 5,4% memimpin penguatan sektor teknologi, disusul Apple yang naik 1,6%. Saham Paramount Skydance meroket 36,7%.
Penguatan ini mengikuti sesi rekor pada Selasa yang dipicu laporan inflasi yang lebih jinak dari perkiraan, memberi harapan investor akan adanya pemangkasan suku bunga Fed pada September. Berdasarkan data perdagangan CME’s FedWatch Tool, pelaku pasar menilai hampir 100% kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan September.
Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird, menyebut musim laporan keuangan kuartal II yang kuat sebagai katalis tambahan. Meski ritme laporan keuangan melambat dalam beberapa hari terakhir, pekan depan akan kembali ramai dengan laporan dari sejumlah ritel besar.
“Ini musim laba yang sangat mengesankan, menunjukkan ketahanan korporasi di tengah berbagai tantangan sepanjang musim panas,” ujarnya kepada CNBC. Selain itu, ia juga melihat penyebaran penguatan yang cukup merata.
Investor terlihat mengalihkan dana dari saham-saham megacap “Magnificent Seven” ke saham berkapitalisasi kecil, dengan Russell 2000 naik 2% pada Rabu. Saham small-cap diuntungkan oleh suku bunga lebih rendah karena menekan biaya modal dan berpotensi mendorong belanja konsumen.
Baca Juga
Pejabat The Fed Michelle Bowman Dorong Tiga Kali Pemangkasan Suku Bunga 2025
Laporan indeks harga produsen pada Kamis akan memberikan gambaran tambahan tentang inflasi grosir. Data ini dirilis menjelang pertemuan Fed di Jackson Hole pada 21–23 Agustus yang berpotensi membentuk ekspektasi langkah kebijakan selanjutnya.

