Pasar Eropa Melemah Tipis Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Poin Penting:
- Sentimen pasar Eropa melemah tipis menjelang keputusan suku bunga The Fed.
- Sektor pertahanan Eropa menguat setelah dorongan rekomendasi dari Citi.
- Saham teknologi Belanda bergerak positif seiring tren AI.
LONDON, investortrust.id - Bursa Eropa ditutup sedikit melemah pada Senin (8/12/2025) saat investor global menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS pekan ini. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri sesi dengan penurunan 0,07%, sementara bursa utama regional bergerak variatif pada penutupan pukul 4:30 sore waktu London.
Baca Juga
Wall Street Fokus Keputusan Suku Bunga Fed, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Menguat
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan terakhir tahun ini, dengan pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 87% untuk pemangkasan 25 basis poin pada Rabu, menurut CME FedWatch.
Keputusan The Fed akan menjadi penentu arah bagi bank sentral lain yang akan menggelar rapat kebijakan terakhir tahun ini selama pekan ini dan pekan depan. Swiss National Bank akan menyampaikan pembaruan kebijakannya pada Kamis, sementara Bank of England dan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menetapkan suku bunga pada 18 Desember.
BOE masih diperdebatkan apakah akan menurunkan suku bunga, sementara ECB hampir pasti mempertahankannya. Bank of Japan dijadwalkan menggelar pertemuan terakhir tahun 2025 pada 19 Desember.
Saham pertahanan Renk, Rheinmetall, dan Hensoldt naik masing-masing 5,5%, 3,6%, dan 2,2%. Indeks Stoxx 600 Aerospace and Defense menguat 1,6%. Kenaikan ini terjadi setelah Citi meningkatkan peringkat saham Renk dari neutral menjadi buy. “Kami memperkirakan belanja pertahanan Eropa tetap meningkat, terlepas dari perkembangan konflik Ukraina, saat kawasan ini memperkuat kapabilitas militernya,” tulis analis Citi, seperti dikutip CNBC. Bank tersebut juga menekankan dorongan AS terhadap peningkatan belanja pertahanan Eropa dan klausul pertahanan bersama di Uni Eropa yang dapat memperkuat komitmen NATO.
Akhir pekan lalu, utusan Ukraina dari pemerintahan AS Keith Kellogg, mengatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina “sangat dekat,” dengan dua isu utama terkait masa depan wilayah Donbas dan PLTN Zaporizhzhia.
Saham teknologi ikut menjadi pendorong pergerakan pada Senin. Perusahaan chip Belanda BESI dan ASMI naik masing-masing 5,2% dan 6,9%, seiring tren pertumbuhan AI. Saham ASML juga menguat 1,2%.
Saham Unilever turun 4% pada awal perdagangan namun berakhir sedikit di bawah 2%. L’Oréal juga melemah sekitar 2% setelah mengumumkan peningkatan kepemilikan di perusahaan skincare AS Galderma menjadi 20% dari sebelumnya 10%.
Sementara itu, Elon Musk menyerukan pembubaran Uni Eropa setelah regulator memutuskan menjatuhkan denda 120 juta euro terhadap platform X atas “tanda centang biru menyesatkan” dan kurangnya transparansi iklan.
Baca Juga
Bursa Asia-Pasifik ‘Mixed’, Investor Cerna Data Dagang China
Di Asia, bursa bergerak variatif karena data menunjukkan ekspor Tiongkok melonjak lebih tinggi dari perkiraan pada November. Indeks berjangka AS relatif datar pada Minggu malam, sementara Wall Street menguat pada Jumat setelah laporan inflasi PCE inti September dirilis lebih rendah dari ekspektasi — salah satu rilis ekonomi terakhir sebelum pertemuan The Fed minggu ini.

