Pasar Pantau Keputusan Suku Bunga The Fed, Harga Emas Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas kembali menguat ke level US$ 2.988 per troy ons dalam sesi perdagangan pagi ini, Senin (17/3/2025) setelah sempat menyentuh level US$ 3.000 pada Jumat (14/3/2025).
Berdasarkan riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan global akibat kebijakan tarif AS, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang memperkuat permintaan terhadap aset safe haven.
“Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Menteri Pertahanan AS menegaskan bahwa serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman akan terus berlanjut hingga mereka menghentikan serangan terhadap jalur pengiriman internasional,” tulis riset ICDX, Senin, (17/3/2025).
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Capai Rp 1,741 Juta Akibat Perang Dagang Global
Pernyataan ini muncul setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengindikasikan potensi eskalasi serangan sebagai respons terhadap serangan udara AS sebelumnya.
Sementara itu, konflik di Gaza juga memburuk, dengan laporan bahwa serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina dalam 24 jam terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah upaya Arab dan AS untuk menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Dari sisi makroekonomi, rilis data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan turut memperkuat sentimen positif terhadap emas. “Indeks sentimen konsumen AS turun ke level terendah dalam hampir 2,5 tahun pada Maret, sementara ekspektasi inflasi meningkat di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan tarif agresif Trump dapat mendorong kenaikan harga dan memperlambat pertumbuhan ekonomi,” jelas riset tersebut.
Baca Juga
Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa meskipun tidak ada kepastian akan resesi, risiko perlambatan ekonomi tetap signifikan. Pasar kini menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan menentukan arah suku bunga acuan. Hingga Januari lalu, The Fed masih mempertahankan suku bunga pada level 4,25%-4,50%.
“Jika bank sentral AS memberikan sinyal dovish dengan pemangkasan suku bunga, emas berpotensi mendapatkan dorongan lebih lanjut. Sebaliknya, jika sikap hawkish kembali ditegaskan, tekanan jual pada emas dapat meningkat,” ulasnya.
Secara teknikal, ICDX memperkirakan harga emas saat ini memiliki support terdekat di kisaran US$ 2.985 - US$ 2.981, dengan support lebih dalam di US$ 2.973 jika tekanan jual semakin kuat. Sementara itu, resistance terdekat berada di level US$ 2.993 - US$ 2.997, dengan resistance lebih kuat di US$ 3.005 jika momentum bullish terus berlanjut.

