Wall Street Fokus Keputusan Suku Bunga Fed, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Menguat
Poin Penting:
- Pasar saham AS menguat tipis menjelang keputusan suku bunga The Fed, dengan peluang besar pemangkasan 25 basis poin.
- Data PHK dan payroll menunjukkan pasar tenaga kerja melemah, memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter.
- Klaim pengangguran turun ke level terendah sejak 2022, memberi sinyal stabilitas ekonomi.
- Saham Salesforce dan Five Below memimpin kenaikan, sementara sektor teknologi masih bergejolak.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat tipis pada Kamis waktu AS atau Jumat (5/12/2025) WIB. Indeks S&P 500 naik 0.11% ke 6.857,12, sementara Nasdaq meningkat 0,22% ke 23.505,14. Dow Jones melemah tipis 0,07% atau 31,96 poin ke 47.850,94.
Baca Juga
Sinyal Kuat Pemangkasan Bunga Fed Dongkrak Wall Street, Dow Melesat 400 Poin
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik, sementara bitcoin kembali tertekan 0,5%. Mata uang kripto itu sempat jatuh di bawah US$85.000 pada Senin—terendah sejak Maret—sebelum pulih kembali di atas US$90.000 sejak Selasa.
Investor mencermati laporan perusahaan penempatan tenaga kerja Challenger, Gray & Christmas yang menunjukkan pemutusan hubungan kerja pada November di AS terus melampaui satu juta sepanjang tahun, didorong restrukturisasi perusahaan, adopsi kecerdasan buatan, dan dampak tarif. Pada Rabu, data ADP juga menunjukkan pelemahan mengejutkan pada pertumbuhan payroll swasta.
Serangkaian sinyal pelemahan pasar tenaga kerja memperkuat keyakinan Wall Street bahwa The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin pada 10 Desember, keputusan terakhir tahun ini. Pasar menilai peluang pemangkasan mencapai 87%, jauh meningkat dibanding dua pekan lalu.
Baca Juga
ADP: Perekrutan Swasta AS Merosot, PHK Massal Terjadi di Bisnis Skala Kecil
Tim Holland, Chief Investment Officer Orion, menyebut pasar sedang memasuki fase tenang setelah penguatan kuat sepanjang tahun. “Pemangkasan 25 basis poin adalah kabar besar, tapi sudah sangat diantisipasi. Saya tidak akan terkejut jika pasar bergerak datar hingga akhir tahun,” ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Pada Kamis, investor sebagian besar mengabaikan data klaim pengangguran mingguan terbaru yang menunjukkan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah sejak September 2022, mencapai 191.000 klaim—lebih rendah dari ekspektasi 220.000. Holland menilai data tersebut memperkuat pandangan bahwa kondisi ekonomi tidak memburuk drastis.
Data ekonomi penting lainnya akan dirilis Jumat, termasuk konsumsi, pendapatan, dan indeks PCE—indikator inflasi utama The Fed. University of Michigan juga akan mengeluarkan survei konsumen Desember.
Di sisi korporasi, Salesforce menjadi salah satu pemenang sesi Kamis setelah sahamnya naik lebih dari 3% berkat proyeksi pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan. Five Below juga menguat lebih dari 3% setelah kinerja kuartalannya melampaui ekspektasi Wall Street.
Sementara itu, pergerakan sektor teknologi masih labil. Saham Microsoft, Nvidia, dan Broadcom tercatat melemah sehingga menyeret sektor tersebut menjadi laggard pada sesi sebelumnya.

