ADP: Perekrutan Swasta AS Merosot, PHK Massal Terjadi di Bisnis Skala Kecil
Poin Penting
• Usaha kecil kehilangan 120.000 pekerja—penurunan terbesar sejak Maret 2023.
• Pertumbuhan upah melambat menjadi 4,4% (yoy), menandakan pelemahan daya tawar tenaga kerja.
• Sektor pendidikan, kesehatan, serta leisure & hospitality masih mencatat pertumbuhan positif.
• Data ADP memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember.
NEW YORK, investortrust.id - Perlambatan pasar tenaga kerja AS makin terasa pada November setelah perusahaan swasta memangkas 32.000 pekerja, dengan usaha kecil menjadi kelompok yang paling terpukul. Hal itu terungkap dalam laporan ADP pada Rabu (3/12/2025).
Baca Juga
Di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi ketenagakerjaan domestik, ADP menyebut situasinya lebih buruk dari perkiraan. Penurunan payroll ini merupakan kontras dari Oktober yang direvisi naik menjadi 47.000 posisi, sekaligus jauh di bawah proyeksi ekonom Dow Jones yang memperkirakan kenaikan 40.000.
Perusahaan besar dengan 50 karyawan atau lebih justru melaporkan kenaikan bersih 90.000 pekerja. Namun perusahaan dengan kurang dari 50 pekerja mencatat penurunan 120.000, termasuk penurunan 74.000 pada perusahaan berukuran 20–49 karyawan. Total penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak Maret 2023.
Sektor pendidikan dan layanan kesehatan memimpin dengan penambahan 33.000 tenaga kerja, diikuti leisure & hospitality yang menambah 13.000. Namun penurunan luas di berbagai sektor menyeret total angka ke bawah.
Penurunan terbesar terjadi pada sektor jasa profesional dan bisnis yang kehilangan 26.000 pekerjaan. Sektor lain yang turut memangkas tenaga kerja mencakup layanan informasi (-20.000), manufaktur (-18.000), serta aktivitas keuangan dan konstruksi yang masing-masing kehilangan 9.000 pekerja.
Pertumbuhan upah juga melambat. Pekerja yang bertahan di pekerjaan mereka hanya melihat kenaikan 4,4% secara tahunan, turun 0,1 poin persentase dari Oktober.
“Perekrutan belakangan ini cukup fluktuatif karena perusahaan menghadapi konsumen yang berhati-hati dan lingkungan makroekonomi yang tidak pasti. Meski perlambatan November terjadi secara luas, kontribusi terbesar berasal dari usaha kecil,” urai Kepala Ekonom ADP Nela Richardson, seperti dikutip CNBC.
Laporan ADP ini menjadi gambaran terakhir pasar kerja yang diterima Federal Reserve sebelum pertemuan pada 9–10 Desember. Pelaku pasar memperkirakan hampir 90% peluang The Fed kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps, meski beberapa pejabat masih ragu apakah pelonggaran lebih lanjut diperlukan. Probabilitas tersebut tidak berubah setelah rilis ADP.
Baca Juga
Perpecahan di The Fed Makin Terlihat, Williams Isyaratkan Pemangkasan Bunga Acuan
Dalam beberapa pekan terakhir, pembuat kebijakan Fed menunjukkan perbedaan pandangan. Sebagian melihat pemangkasan suku bunga perlu dilakukan untuk mencegah tekanan lebih lanjut di pasar tenaga kerja, sementara sebagian lain khawatir pelonggaran tambahan justru memperburuk inflasi yang masih jauh di atas target 2%.
Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) akan merilis laporan payroll nonfarm pada 16 Desember, tanggal yang mundur akibat penutupan pemerintahan.

