‘Panic Selling’ Landa Saham AI di Wall Street, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Anjlok
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menghadapi tekanan pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (28/01/2025) WIB. S&P 500 dan Nasdaq Composite mengalami penurunan tajam karena kekhawatiran akan pecahnya 'bubble' saham kecerdasan buatan (AI) akibat munculnya startup China, DeepSeek.
Perusahaan startup DeepSeek diklaim telah menciptakan model AI kompetitif dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan miliaran dolar yang dihabiskan Silicon Valley.
Nasdaq Composite kehilangan 3,07%, jatuh ke 19.341,83, sementara S&P 500 turun 1,46% menjadi 6.012,28. Dow Jones Industrial Average justru naik 289,33 poin atau 0,65% untuk ditutup di 44.713,58, didorong oleh kenaikan saham Apple, Johnson & Johnson, dan Travelers yang membantu indeks berisi 30 saham ini naik.
Pekan lalu, DeepSeek meluncurkan R1, model penalaran open-source yang dilaporkan mengungguli model OpenAI dalam beberapa pengujian dan telah menduduki peringkat tinggi di toko aplikasi. DeepSeek menyatakan bahwa versi awal model bahasa besarnya, yang dirilis pada akhir Desember, dirancang dengan biaya kurang dari US$6 juta.
Baca Juga
Meskipun Wall Street meragukan angka tersebut, klaim startup ini tetap memicu kekhawatiran bahwa model AI besar dapat dikembangkan dengan investasi yang jauh lebih kecil.
Saham Nvidia, yang sebelumnya menjadi favorit dalam sektor AI, jatuh 16,9%. Broadcom kehilangan 17,4%, dan AMD turun 6,4%. Microsoft turun 2,1%, sementara Palantir mengalami penurunan sebesar 4,4%.
Perusahaan terkait pembangunan AI seperti penyedia energi juga terdampak. Constellation Energy anjlok hampir 21%, sementara Vistra turun 28%.
“Ini contoh nyata dari aksi jual terlebih dahulu dan baru kemudian mempertanyakan, karena investor merasa valuasi teknologi, khususnya semikonduktor, sudah terlalu tinggi,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, seperti dikutip CNBC. “Kita akan melihat volatilitas, terutama saat menghadapi pasar yang valuasinya tinggi dan peristiwa eksternal,” ujarnya
Baca Juga
Wall Street Dilanda ‘Profit Taking’, tapi Catat Kenaikan Mingguan Beruntun
Namun, rotasi ke area pasar yang lebih defensif membantu meredakan kerugian pada hari Senin.
“Apa yang juga membuat saya optimis adalah investor tidak sepenuhnya keluar dari saham, tetapi beralih ke sektor defensif, seperti kebutuhan pokok konsumen, perawatan kesehatan, dan real estat. Pasar tampaknya setidaknya mulai pulih,” beber Stovall.
Penurunan tajam pada hari Senin terjadi saat para trader bersiap menghadapi pekan penting, dengan anggota "Magnificent Seven" seperti Meta Platforms, Microsoft, Tesla, dan Apple akan melaporkan hasil kuartalan terbaru mereka.
Baca Juga
Selain itu, Federal Reserve akan mengadakan pertemuan kebijakan pertama tahun ini, dengan keputusan tingkat suku bunga diumumkan pada hari Rabu. Pasar futures memperkirakan peluang 97% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga, menurut alat FedWatch dari CMEGroup.

