Bursa Eropa di Zona Merah, Saham Airbus Anjlok Lebih dari 5%
Poin Penting
• Stoxx 600 ditutup melemah 0,2% pada awal Desember, dengan mayoritas sektor berada di wilayah negatif.
• Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin menguat, sementara Bank of England tetap berhati-hati menghadapi risiko inflasi.
• Saham pertahanan Eropa turun signifikan di tengah perkembangan rencana perdamaian Ukraina yang didukung AS.
• Airbus anjlok hampir 6% setelah mempercepat pembaruan perangkat lunak A320 terkait risiko gangguan data akibat radiasi matahari.
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa memulai perdagangan Desember di wilayah negatif. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 secara preliminer ditutup turun 0,2% pada Senin (01/12/2025), dengan bursa utama dan sebagian besar sektor berada di zona merah.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat, Saham Delivery Hero Melonjak Hampir 15%
Pasar regional sempat ditutup menguat pada Jumat, mengakhiri bulan penuh gejolak ketika kekhawatiran atas tingginya valuasi saham-saham kecerdasan buatan kembali mencuat.
Ketidakpastian mengenai kebijakan moneter juga menekan sentimen bulan lalu, tetapi kini investor memperkirakan The Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam pertemuan 9–10 Desember. Trader memproyeksikan peluang 87,4% untuk pemangkasan 25 basis poin (bps), menurut CME FedWatch Tool.
Bank sentral Inggris juga mencermati langkah The Fed untuk mengantisipasi efek rambatan. “Sekitar separuh pergerakan kurva kami sebenarnya dipicu dari luar Inggris,” ujar Megan Greene dari Komite Kebijakan Moneter BOE dalam wawancara khusus dengan CNBC.
BOE belum berkomitmen memangkas suku bunga pada Desember, di tengah risiko inflasi yang masih bertahan, pertumbuhan upah di atas target, pelemahan pasar tenaga kerja, dan konsumsi yang bergerak lambat. Anggaran Musim Gugur Inggris pekan lalu menghadirkan beberapa langkah deflasioner, termasuk kebijakan energi dan tarif kereta, yang diperkirakan membantu konsumen dalam jangka pendek. Namun menurut Greene, bank sentral tetap harus melihat hal tersebut dalam konteks stabilitas harga jangka menengah.
Salah satu tantangan terbesar BOE adalah meningkatkan konsumsi. “Kami terus memperkirakan konsumsi meningkat, tapi tak kunjung terjadi,” kata Greene. Secara historis, perilaku konsumen AS dan Inggris serupa, tetapi konsumsi AS saat ini sekitar 15% di atas level pra-pandemi, sedangkan Inggris hanya 1%. Ia menambahkan, jika prospek konsumsi lebih lemah dari perkiraan, hal tersebut bisa menggeser pandangannya terhadap pemangkasan suku bunga.
Pergerakan Pasar
Saham pertahanan Eropa jatuh tajam karena investor mencermati perkembangan perjanjian damai Ukraina. Rheinmetall turun 2,2%, Renk merosot 4,7%, dan Hensoldt melemah 3,1%, meski sempat memangkas kerugian terdahulu.
Utusan Khusus AS Steve Witkoff menuju Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Kremlin lainnya. Pertemuan ini berlangsung setelah Ukraina menyatakan setuju secara prinsip terhadap rencana perdamaian 19 poin yang didukung AS—versi revisi dari rancangan awal 28 poin yang dirancang diam-diam oleh AS dan Moskow, yang dinilai lebih menguntungkan Rusia.
Sementara itu, Fresnillo memimpin penguatan saham Eropa dengan kenaikan sekitar 7% seiring harga emas menyentuh level tertinggi enam minggu. Penambang lain seperti Anglo American dan Glencore juga mencatat kenaikan lebih dari 1%. Harga spot emas terakhir terlihat di US$4.237,89, naik 0,18%.
Saham Airbus ditutup melemah 5,8%, memangkas sebagian penurunan sebelumnya, setelah perusahaan mempercepat pembaruan perangkat lunak di armada A320 terkait kekhawatiran radiasi matahari yang berpotensi mengganggu data kontrol penerbangan krusial. Kekhawatiran gangguan besar perjalanan berhasil diredam setelah Airbus menyatakan perubahan segera diberlakukan.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Melemah di Awal Desember, Investor Soroti Data Manufaktur China
Pasar Asia-Pasifik mengawali Desember dengan pergerakan beragam setelah data manufaktur China menunjukkan kontraksi tak terduga pada November. Wall Street juga melemah saat investor menutup tahun 2025 yang kuat.
Secara musiman, bulan Desember cenderung positif. S&P 500 rata-rata naik lebih dari 1% pada bulan ini, menjadikannya bulan terbaik ketiga sejak 1950 menurut Stock Trader’s Almanac.

