Bursa Eropa di Zona Merah, Saham Louis Vuitton Anjlok Hampir 8%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Saham-saham Eropa menutup perdagangan Rabu (28/1/2026)di wilayah negatif, seiring investor regional mencermati laporan kinerja keuangan perusahaan.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat, Investor Cermati Kesepakatan Dagang Bersejarah Uni Eropa-India
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,7% pada penutupan, dengan seluruh bursa utama berada di zona merah dan sektor-sektor bergerak bervariasi.
Raksasa semikonduktor Belanda, ASML, melaporkan pesanan yang melampaui ekspektasi pasar, sementara panduan penjualan untuk 2026 juga berada di atas perkiraan.
Saham perusahaan tersebut sempat melonjak 5,9% pada awal perdagangan, sekaligus mendorong saham-saham sejenis di Eropa, sebelum berbalik arah ke wilayah negatif dan ditutup turun 1,9%. Produsen peralatan chip ASMI berakhir turun 1,2%, STMicroelectronics naik 1,9%, dan Infineon bertambah 3%.
Saham kelompok usaha barang mewah Eropa, LVMH, mencatat penurunan 7,9%. Padahal, perusahaan melaporkan laba lebih baik dari perkiraan setelah penutupan pasar Selasa serta mencatat pertumbuhan pendapatan organik kuartal kedua berturut-turut.
Investor juga mencermati laporan keuangan perusahaan-perusahaan AS pada Rabu, dengan Microsoft, Meta Platforms, dan Tesla dijadwalkan merilis kinerja keuangan kuartalan mereka setelah penutupan pasar. Apple akan merilis laporannya pada Kamis.
Baca Juga
Reli ‘Big Tech’ Dongkrak Wall Street, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Keputusan suku bunga pertama Federal Reserve tahun ini juga menjadi perhatian, meskipun pasar secara luas sudah memperkirakan suku bunga acuan The Fed akan dipertahankan di kisaran target 3,5% hingga 3,75%. Pelaku pasar mencari petunjuk mengenai perubahan kebijakan moneter jangka panjang.
Perdagangan kontrak berjangka Fed funds mengindikasikan ada dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing seperempat poin persentase hingga akhir 2026, menurut CME FedWatch Tool.

