Bursa Eropa di Zona Merah, Saham Orsted Anjlok Hampir 13%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa bergerak ke wilayah negatif pada Senin (22/12/2025), seiring memudarnya sentimen positif pekan lalu.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup melemah 0,1%.
Pelemahan ini terjadi setelah sesi sebelumnya yang memecahkan rekor, ketika indeks acuan Eropa menyentuh level tertinggi intraday baru di 588,07 poin, di tengah respons investor terhadap serangkaian keputusan suku bunga.
Raksasa energi terbarukan asal Denmark, Orsted, jatuh tajam pada perdagangan sore setelah Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat menyatakan akan menangguhkan sewa atas lima proyek angin lepas pantai yang saat ini sudah dalam tahap konstruksi. Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum menyebutkan kekhawatiran keamanan nasional sebagai alasan penundaan tersebut.
Saham Orsted ditutup merosot 12,7%, sedangkan saham Vestas Wind Systems turun 2,7%.
Di sisi lain, saham perusahaan bioteknologi Prancis Abivax melonjak 15,4% karena perusahaan tersebut — salah satu saham dengan kinerja terbaik di Eropa tahun ini — terus menarik perhatian investor. Abivax menolak berkomentar ketika dihubungi CNBC pada Senin terkait rumor potensi akuisisi oleh raksasa farmasi AS, Eli Lilly.
Pada Jumat, otoritas persaingan usaha Italia (AGCM) menutup penyelidikannya terhadap Stellantis serta unit Tesla, BYD, dan Volkswagen di Italia. Penyelidikan antimonopoli tersebut berfokus pada transparansi informasi yang disampaikan kepada konsumen terkait jarak tempuh kendaraan listrik, degradasi baterai, dan garansi yang ditawarkan. Para produsen otomotif kini diwajibkan meningkatkan transparansi dan memperjelas informasi tersebut.
Saham Stellantis ditutup turun 4,6% pada perdagangan Senin.
AGCM juga menjatuhkan denda kepada Apple sebesar 98 juta euro (sekitar US$115 juta) pada Senin, atas dugaan penyalahgunaan posisi dominan di pasar, khususnya terkait App Store. Otoritas tersebut menilai kebijakan data periklanan Apple untuk pihak ketiga membatasi persaingan.
Baca Juga
Perak Terbang Cetak Sejarah Baru di Pasar Global, Emas Ikut Melonjak
Harga emas dan perak turut melonjak ke level tertinggi baru pada Senin. Harga emas naik ke rekor US$4.459,70 per ons, sementara perak menyentuh US$68,99 per ons pada perdagangan pagi sebelum memangkas sebagian penguatannya. Sepanjang tahun berjalan, harga emas dan perak masing-masing telah melonjak hampir 70% dan 128%.

