Saham Nvidia Rebound, Dorong Penguatan Pasar Saham AS
Poin Penting
- S&P 500 dan Nasdaq bangkit, memutus empat hari pelemahan berkat rebound saham teknologi.
- Nvidia naik 3% jelang laporan laba, dengan ekspektasi kuat terhadap kinerja dan permintaan chip AI.
- Valuasi sektor AI dipertanyakan investor, memicu aksi ambil untung dalam beberapa hari terakhir.
- Pasar tetap volatil, dengan Bitcoin anjlok sementara saham teknologi dan logam mulia bergerak variatif.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada penutupan Rabu waktu AS atau Kamis (20/11/2025). Indeks S&P 500 bangkit setelah empat hari melemah yang dipicu oleh tekanan di sektor teknologi. Indeks S&P 500 naik 0,38% dan ditutup di 6.642,16, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0.59% ke 22.564,23. Dow Jones Industrial Average naik 47 poin, atau 0,1%, ke 46.138,77.
Baca Juga
Wall Street Rontok Akibat Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Terjun Hampir 500 Poin
Nvidia, yang merupakan bagian dari kelompok “Magnificent Seven”, menguat sekitar 3% menjelang laporan keuangan kuartal ketiga yang dirilis setelah penutupan pasar. Analis secara umum memperkirakan perusahaan ini akan kembali melampaui ekspektasi Wall Street dan memberikan proyeksi pertumbuhan penjualan kuat yang didorong permintaan tinggi atas chip AI dan infrastruktur terkait.
Alphabet, yang juga menjadi salah satu penopang indeks, naik sekitar 3% dan mencetak rekor tertinggi baru. Sahamnya menguat berkat optimisme terhadap generasi baru AI, Gemini 3, yang diluncurkan Selasa.
“Biasanya sebuah saham lebih sulit mengungguli ekspektasi pada hari rilis laba ketika harganya sudah naik menjelang laporan. Jadi, dalam beberapa hari terakhir, koreksi kecil Nvidia justru sehat karena mengatur ulang ekspektasi,” urai Michael Sheldon, senior portfolio manager di Washington Trust Wealth Management, seperti dikutip CNBC.
Hal ini, menurut dia, membuat lingkungan lebih kondusif, dan meningkatkan peluang respons pasar yang positif.
Sebagai bintang utama dalam reli AI, Nvidia menghadapi ekspektasi yang sangat tinggi. Investor telah mengambil untung dari saham-saham teknologi dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan kekhawatiran bahwa reli AI telah mendorong valuasi Nvidia dan pemain besar lainnya ke level yang sulit dipertahankan.
Baca Juga
Wall Street Anjlok Dibayangi Kecemasan ‘AI Bubble’, Dow Terperosok Lebih dari 550 Poin
“Orang-orang mulai bertanya, seperti seharusnya, ‘Kalian berkomitmen menghabiskan triliunan dolar untuk pusat data dan kemampuan AI, tapi kapan kita bisa melihat hasilnya?’” kata Scott Welch, chief investment officer di Certuity. “Ini bukan keraguan terhadap mereka, hanya soal timing.”
“Tidak ada yang salah dengan AI, tapi itu tidak akan terus naik tanpa batas,” lanjutnya. “Tidak pernah dalam sejarah pasar naik setinggi ini tanpa mengalami koreksi.”
Pada sesi Selasa, Dow dan S&P 500 mencatat penurunan empat hari berturut-turut, dengan S&P 500 membukukan tren negatif terpanjang sejak Agustus. Nasdaq yang sarat saham teknologi mencatat lima hari negatif dalam enam sesi. Bitcoin sempat jatuh di bawah US$90.000 sebelum pulih, sementara harga emas naik dari level terendah dalam satu minggu.

