Wall Street Rontok Akibat Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Terjun Hampir 500 Poin
Poin Penting
- Dow jatuh 498 poin, sementara S&P mencatat penurunan empat hari berturut-turut—terpanjang sejak Agustus.
- Saham teknologi memimpin aksi jual: Nvidia, Amazon, dan Microsoft turun tajam.
- Kekhawatiran valuasi AI dan koreksi Bitcoin memperburuk sentimen risiko investor.
- Pasar menantikan laporan Nvidia dan data tenaga kerja AS untuk menentukan arah selanjutnya.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS kembali anjlok pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (19/11/2025) WIB. Wall Street rontok seiring penurunan saham teknologi akibat kekhawatiran terhadap valuasi perusahaan terkait kecerdasan buatan. Bitcoin sempat jatuh di bawah US$90.000, mengindikasikan penurunan minat investor terhadap aset berisiko.
Baca Juga
Wall Street Anjlok Dibayangi Kecemasan ‘AI Bubble’, Dow Terperosok Lebih dari 550 Poin
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 498,50 poin atau 1,07% menjadi 46.091,74. S&P 500 melemah 0.83% ke 6.617,32, mencatat penurunan empat sesi beruntun—terpanjang sejak Agustus. Nasdaq Composite merosot 1,21% menjadi 22.432,85.
Pada titik terendah sesi, Dow sempat anjlok hampir 700 poin (1,5%), sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing sempat turun 1,5% dan 2,1%.
Tekanan pasar terutama datang dari Nvidia—saham favorit chip AI—yang turun hampir 3%, serta Amazon dan Microsoft. Amazon melemah lebih dari 4%, sementara Microsoft turun hampir 3%.
Sam Stovall, Kepala Strategi Investasi CFRA, mengatakan S&P 500 berpotensi terkoreksi 8–9%. Ia menambahkan bahwa tekanan dapat mereda jika Nvidia melaporkan kinerja positif dan jika data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan tanpa indikasi resesi.
Saham Nvidia telah turun lebih dari 10% sepanjang bulan ini menjelang laporan kinerja kuartal ketiga yang dirilis Rabu setelah penutupan perdagangan. Perusahaan tersebut menjadi pusat perdebatan terkait reli pasar berbasis AI, terutama karena kekhawatiran tentang valuasi teknologi yang mahal dan fundamental AI yang dipertanyakan.
Menurut Stovall, optimisme dari Nvidia—ditambah kinerja, pendapatan, dan margin yang lebih baik dari perkiraan—dapat menenangkan investor. “Pertanyaan sebenarnya adalah, kapan semua belanja capex ini menghasilkan keuntungan? Itu tidak terjadi dalam kuartal ini atau berikutnya, tapi diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” urainya, seperti dikutip CNBC.
Sebuah kemitraan AI besar yang diumumkan Selasa gagal mengangkat saham-saham terkait, berbeda dengan tren sebelumnya. Startup AI Anthropic menyatakan akan membelanjakan US$30 miliar di Microsoft, sementara Microsoft dan Nvidia akan menanamkan investasi miliaran dolar ke Anthropic. Namun, saham Nvidia dan Microsoft tetap melemah. Pasar diperkirakan sedang memasuki fase koreksi alami, dan investor perlu menilai kembali konteks yang ada.
Bitcoin sempat turun di bawah US$90.000 sebelum akhirnya pulih. Banyak investor teknologi juga memiliki portofolio kripto besar, sehingga penurunan Bitcoin memicu kekhawatiran pelemahan lanjutan di pasar saham. Bitcoin terakhir diperdagangkan di atas US$92.000.
Baca Juga
Harga Bitcoin Sentuh Titik Terendah 6 Bulan di Tengah Arus Keluar ETF dan Kekhawatiran Inflasi
Di luar sektor teknologi, saham Home Depot melemah setelah perusahaan melaporkan kinerja yang meleset dari ekspektasi dan memangkas proyeksi tahunannya.

