Wall Street Anjlok Dipicu Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Tergerus Hampir 250 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) melemah pada Senin waktu AS atau Selasa (30/12/2025) WIB, dipicu oleh penurunan saham teknologi. Indeks S&P 500 turun 0,35% dan ditutup di level 6.905,74. Indeks Nasdaq Composite merosot 0,50% ke 23.474,35. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 249,04 poin atau 0,51%, dan berakhir di 48.461,93.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Melemah Pascalibur Natal, tapi Catat Kinerja Mingguan Positif
Perdagangan bertema kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan. Saham Nvidia tergerus lebih dari 1%, menghapus sebagian dari kenaikan lebih dari 5% yang dibukukannya pekan lalu. Saham Palantir Technologies, Meta Platforms, dan Oracle juga mencatatkan penurunan.
“Dengan kalender ekonomi yang relatif sepi pekan ini, momentum internal pasar kemungkinan akan menjadi narasi utama,” ujar Chris Larkin, kepala perdagangan dan investasi di E-Trade dari Morgan Stanley, seperti dikutip CNBC. Menurut dia, jika saham ingin menutup tahun dengan kenaikan dua digit, sektor teknologi kemungkinan harus kembali menjadi penopang utama.
Sementara itu, harga perak terkoreksi lebih dari 6% setelah sempat menyentuh US$80 per ons untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Hal ini terjadi setelah perak melonjak hampir 150% sepanjang 2025, menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terbaik tahun ini. ETF iShares Silver Trust (SLV) turun sekitar 7%.
Kinerja Tahunan yang Kuat
Pada Jumat lalu, S&P 500 sempat mencapai level intraday tertinggi di 6.945,77 sebelum menutup sesi nyaris tidak berubah.
Tahun ini menjadi tahun yang sangat kuat bagi Wall Street, dengan indeks acuan naik lebih dari 17% sepanjang 2025. Dow mencatat kenaikan sekitar 14%, menempatkannya di jalur tahun terbaik sejak 2021. Nasdaq Composite mencatat kinerja paling unggul dengan kenaikan lebih dari 21% secara tahunan.
Wall Street juga tengah berada dalam periode Santa Claus rally, yang secara historis dikenal sebagai periode kuat bagi pasar saham. Sejak 1950, S&P 500 rata-rata mencatatkan kenaikan lebih dari 1% antara lima hari perdagangan terakhir tahun berjalan dan dua hari pertama tahun baru, menurut Stock Trader’s Almanac.
Baca Juga
Reli Santa Claus Angkat Wall Street, S&P 500 dan Dow Catat ‘All Time High’
Kalender data ekonomi relatif sepi pekan ini, namun investor masih akan mencermati pandangan Federal Reserve menjelang 2026. Risalah rapat bank sentral AS bulan Desember dijadwalkan dirilis pada Selasa pukul 14.00 waktu setempat.

